Gerindra Sulsel Pecat 18 Orang Pengurus DPC


18 pengurus Dewan Pengurus Cabang Partai Gerindra se-Sulawesi Selatan dipecat setelah mereka menyatakan mosi tak percaya ke Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Gerindra Sulsel, Andi Rudiyanto Asapa.

Rudiyanto di Makassar, Kamis, mengatakan, tindakan mosi tak percaya tersebut dinilai DPD Sulsel dan Pengurus Pusat sebagai bentuk pembangkangan. Karena itu perlu diberi sanksi tegas berupa pemecatan yang mulai berlaku pada Kamis (2/9) 2010.

“SK pemecatannya sudah kami terbitkan. Sebelumnya kami juga sudah konsultasikan ke Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto. Beliau juga sepakat bahwa itu adalah pembangkangan ke pengurus DPD Sulsel,” ujarnya.

Dia mengatakan, pemecatan itu berlaku untuk semua struktur pengurus mulai dari ketua DPC hingga koordinator kecamatan. Namun bagi struktur pengurus di bawah ketua, masih diberi kebebasan untuk memilih bergabung dengan ketua dipecat atau pengurus baru.

“Yang pasti pejabat ketua DPC dipecat. Tapi pengurus-pengurus dibawahnya boleh memilih, dipecat atau bergabung dengan kami,” katanya.

Mosi tak percaya yang dikeluarkan 18 pengurus DPC tersebut pada Minggu (15/8) lalu merupakan protes atas kebijakan DPD Gerindra Sulsel, yang melakukan “fit and proper test” pada sejumlah orang untuk menggantikan 18 pengurus lama.

Menurut para pengurus lama, Rudiyanto memberlakukan pendaftaran calon pengurus DPC Gerindra tanpa koordinasi maupun pemberitahuan kepada pengurus DPC lama yang sampai saat ini masih memegang mandat penuh dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra.

Salah satu Ketua DPC yang dipecat dari Kabupaten Jeneponto, Faidar mengatakan, ketua DPD pada 10 Agustus 2010 telah menetapkan 18 ketua DPC Gerindra defenitif, tanpa melalui mekanisme partai.

“Apa yang dilakukan Rudiyanto Asapa nyata-nyata telah melanggar AD-ART partai Gerindra dan melecehkan partai. Dia itu sangat otoriter,” kata Faidar pekan lalu.

Menurutnya, jika ketua DPD menganggap ketua DPC dianggap gagal mestinya mereka dipanggil dan evaluasi bukan langsung diganti dengan calon pengurus lain.

“Saya tidak takut diganti, asal sesuai prosedur. tapi kalau dengan cara begini, pasti kami protes,” katanya.(ANTARA News) –