Wati : Saat Di Visum, Saya Ditelanjangi”


Hingga saat ini kasus penghinaan yang telah membuat malu keluarga Wati (21)(samaran), seorang lajang asat Desa Kahu-kahu kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar masih dalam tahap penyidikan. Sementara tersangka yang juga adalah seorang guru honor di SD Kahu Kahu telah diperiksa oleh pihak kepolisian.

Menurut Wati , muasal dari kasus yang telah mempermalukan dirinya tersebut didengarnya dari seorang rekan kerjanya di kantor desa Kahu kahu, yang juga telah dijadikan saksi dalam kasus ini.  Wati mengaku kaget ketika rekanya tersebut menuturkan bahwa telah beredar kabar miring tentang dirinya. Dimana Wati telah menggugurkan kandungannya pada salah seorang dukun beranak di seberang kampungnya. Dan kandungan yang digugurkan tersebut adalah hasil hubungan gelapnya dengan seorang pemuda kampung selama ini. Mendengar informasi tersebut sontak Wati mendatangi tersangka dan menanyakan ihwal khabar tersebut, namun tersangka menunjuk seseoranglah yang menyampaikan berita tersebut. Nyaris terjadi perkelahian diantara keduanya namun segera dilerai oleh salah seorang pamong desa yang melintas.

Persoalan tidak sampai di sini saja, ujar keluarga laki laki Wati, pasalnya ini menyangkut Siri”(adat bugis makassar) yang harus ditebus dengan nyawa” ujar sepupu Wati. apalgi saat pelaporan ke pihak berwajib, adik sepupunya tersebut telah ditelanjangi dan ini merupakan malu keluarga Ujar Amir, sepupu Wati.  Kami malu Pak, karena keluarga kami tidak seperti itu, seharusnya sebagai seorang guru, tersangka harus memperlihatkan hal hal yang positif, jangan malah mengedarkan cerita yang membuat kami sekeluarga malu dan siri”. Kami minta kepada pihak berwajib untuk menuntaskan kasus ini, jangan sampai ada keluarga yang tidak bisa menerima hal ini. Ujarnya kepada media.

Sementara itu, dari hasil konfirmasi kepada penyidik kejaksaan selayar, membenarkan hal ini, Maruf.SH menjelaskan bahwa memang ada kasusnya namun belum selesai dan P21 juga sementara di upayakan. Mengenai pasal yang akan diterapkan, Maruf belum bisa memberi keterangan karena sementara dipelajari.