Bupati Bulukumba Merasa Dipermalukan Pegawainya


Bulukumba, RCAnews – Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan merasa dipermalukan pegawainya pasca demonstrasi mogok kerja dokter dan perawat serta honorer di RSUD Sultan Dg Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan, beberapa hari lalu.

Hal itu dikemukakan ketika Bupati Zainuddin Hasan menggelar rapat tertutup, Rabu, Bupati merasa dirinya dipermalukan akibat demo tersebut yang seharusnya tidak perlu dilakukan aparatnya dengan tidak memberikan pelayanan kepada pasien.

“Kenapa baru sekarang ada demo, kenapa tidak dari dulu. Masalah ini kan sudah terjadi sejak tahun 2009 lalu, dan saya belum menjabat bupati. Saya ini dipermalukan,” ujar Zainuddin, kepada kepada dinas se-Bulukumba.

Selain itu, ia menginstrusikan membentuk tim investigasi guna menelusuri kronologis kejadian tersebut dan segera memberikan sanksi bagi dokter yang terlibat dalam aksi itu, termasuk manajemen RSUD Sultan Dg Radja.

Sebelumnya, pendemo yang juga adalah pihak rumah sakit itu sendiri meminta lima tuntutan yakni penyelesaian pembayaran jasa Jamkesda 2009-2011 total Rp2,2 miliar, lalu uang jasa medik dan non medik, pembayaran UGD gratis senilai Rp185 juta,

Selain itu, pelayanan jasa umum Rp37 juta per bulan yang diduga dipotong pihak keuangan sampai 60 persen per bulan dan perombakan total manejeman keuangan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang.

Sementara utang obat-obatan dari pihak ketiga yang diperuntukkan untuk pasien Jamkesda diketahui menghampiri Rp200 juta belum dibayarkan sehingga stok obat habis, serta jasa dan honorer di pelbagai Puskesmas Bulukumba diketahui Rp1,3 miliar juga belum dibayar dengan total secara keseluruhan Rp3,2 miliar lebih.

Hingga Selasa malam (5/4), demonstrasi terkait penolakan pasien terus berlanjut, dengan meminta agar pihak Rumah Sakit, dokter dan perawat memberikan pelayanan yang baik kepada pasien, baik baru maupun yang lama. Bahkan pendemo meminta aparat hukum setempat, mulai dari inspektorat, jaksa untuk melakukan audit dan investigasi adanya dugaan korupsi.

“Rumah sakit ini seharusnya melayani pasien jangan ditelantarkan begitu saja, ini menyangkut nyawa orang. Kami minta agar direktur rumah sakit dan Bupati Bulukumba bertanggung jawab,” kata Ahmad Gazali dari Laskar Ampera Bulukumba.

Untuk mengantisipasi pasien yang diterlantarkan, Bupati telah berkoordinasi dengan Pemkab Bantaeng untuk memberikan pelayanan kepada pasien yang akan dirujuk kesana, Ia juga telah memerintahkan agar menyiapkan mobil ambulance guna mempercepat pengantaran pasien ke Rumah Sakit Umum Bantaeng. (Antara)