Pengusaha Taiwan Lirik Selayar Sebagai Tempat Penampungan Minyak


Investor asal Taiwan melirik Kabupaten Selayar sebagai lokasi penampungan minyak. Hanya, rencana investasi itu bisa dilakukan jika ada fasilitas pendukung pengembangan proyek tersebut, seperti fasilitas jalan, pasokan listrik, air bersih, dan pendukung lainnya. “Ini yang menjadi pertimbangan dari investor Taiwan yang ingin membangun penampungan minyak dengan kapasitas 7.000 liter. Bila fasilitas tersebut tidak memadai, investor tersebut akan hengkang,”kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulawesi Selatan Irman Yasin Limpo, saat Rapat Kerja Evaluasi Triwulan I di gedung Dewan Perwakilan Daerah Sulawesi Selatan kemarin. Menurut Irman, investor tersebut serius dan memiliki komitmen dalam pengerjaan proyek, sehingga BKPMD akan terus berupaya meyakinkan investor itu agar tetap memilih Sulawesi Selatan.“Kalaupun tidak jadi di Selayar karena fasilitas yang tidak mendukung, kami tetap melakukan upaya menawari daerah lain, seperti Barru, Maros, dan Takalar,”katanya. Ketiga daerah tersebut memenuhi sejumlah syarat yang diminta oleh investor. Misalnya, Takalar memiliki pasokan listrik, air bersih, dan laut dalam yang menjadi persyaratan dari investor tersebut. “Tinggal meyakinkan pemerintah daerah karena investasi ini cukup besar dan bisa memberi multiefek bagi Sulawesi Selatan, khususnya migas,”katanya. Selain infrastruktur, kata Irman, hal yang menjadi pertimbangan para investor adalah pengurusan administrasi yang tidak sulit.“Sistem pelayanan terpadu satu pintu yang diterapkan oleh pemerintah Sulawesi Selatan memudahkan para investor menanamkan sahamnya,”kata dia. Irman menambahkan, selama ini kesulitan yang sering ditemui oleh investor adalah administrasi. Ia juga meminta kepada gubernur agar soal ini didelegasikan kepada BKPMD melalui peraturan gubernur. “Sehingga jika berkasnya lengkap, bisa selesai 4-6 jam. Dan jika tidak lengkap, satu minggu paling lama bisa selesai,” katanya. Anggota Komisi C Bidang Keuangan DPRD Sulawesi Selatan, Muhammad Amir Anas, memberi respons positif atas langkah yang dilakukan oleh BKPMD. Hanya, kata dia, hal yang perlu dilakukan adalah BKPMD memiliki bank data yang berkaitan dengan potensi daerah.“Sehingga para investor akan melihat dan tertarik hanya dengan membaca lewat bank data yang dapat diakses melalui Internet,”katanya.