>Kejati Didesak Periksa Mantan Kepala BKD Selayar


>

Terkait Kasus Proyek Katering tanpa Tender

Sekitar 30-an mahasiswa mengatasnamakan diri Forum Mahasiswa Selatan-Selatan Antikorupsi, berunjuk rasa di depan kantor Kejati Sulawesi Selatan dan Barat, Jalan Urip Sumoharjdi, Kamis (24/2). Mereka mendesak agar konsumsi pelatihan pra jabatan Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) Kepulauan Selayar tahun 2008-2009 segera diusut tuntas.

Mahasiswa yang dikomandoi, Lukman Hakim dan Asming menyatakan, proyek pengadaan konsumsi pelatihan diduga tidak ditender. Mereka menyebut mantan Kepala BKD Selayar Muh Arsad memberikan proyek itu kepada istrinya (Pemilik Catering Nikmat) untuk mengelola.
”Semua pengadaan konsumsi tersebut dilaksanakan dengan penunjukan langsung kepada Catering Nikmat tanpa ada mekanisme tender atau lelang,” katanya.
Sambil melakukan orasi secara bergantian, mahasiswa membagi-bagikan pernyataan sikap.
Sekitar 20 menit melakukan orasi, mahasiswa diperkenankan untuk membacakan pernyataan sikap di depan jaksa. Aksi unjuk rasa itu mendapat pengawalan ketat dari aparat Polsekta Panakukang serta petugas pengamanan internal Kejati Sulselbar. Aspirasi mahasiswa diberikan kepada Kepala Seksi Sosial Politik Ardiansyah.
Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa mendesak agar Kejaksaan segera memeriksa mantan Kepala BKD Muh Arsyad dan istrinya, St Muliana.
Dalam selebaran yang dibagikan pengunjuk rasa, disebutkan bahwa berdasarkan temuan BPK, mantan Muh Arsyad dan istrinya diduga telah telibat korupsi anggaran pengadaan barang dan jasa berupa konsumsi pelatihan pra jabatan CPNS Selayar tahun 2008-2009 dengan nilai penyelewengan Rp 699 juta.
Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas, Irsan Zulfikar Djafar menyatakan, aspirasi serta tuntutan mahasiswa itu masih akan dipelajari dan dikaji oleh Bagian Intelijen. Hasilnya, akan belum bisa diketahui.
”Laporannya harus dipelajari dulu. Saya belum bisa memberikan komentar secara rinci,” tukas Irsan.