>Golkar Sulsel Dukung DPP Tinggalkan Koalisi


>

ST.Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mendukung bila Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar meninggalkan koalisi dengan Partai Demokrat.
Golkar Sulsel bahkan menantang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengambil langkah yang dianggap tepat dan tegas.
Menurut Syahrul, tidak berguna bertahan dalam koalisi bila kepentingan berkoalisi bukan lagi untuk kepentingan rakyat. Menurutnya berkoalisi bukan lantas tidak membuat berdaya kritis Golkar luntur.
“Koalisi seperti apa ini? Apa karena kita berkoalisi lantas tidak boleh mengkritik. Berkoalisi kan untuk kepentingan rakyat. Kalau tidak bisa berkoalisi keluar saja,” kata Syahrul saat berorasi dihadapan peserta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Golkar Sulsel, Sabtu (5/3)
Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Sekjen Idrus Marham yang sedianya membuka rangkaian rakerda pertama Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan Syahrul batal hadir.
Wakil Sekjen Syamsul Bahri diamanatkan oleh DPP membawakan orasi politik. Anggota DPR RI asal Sulsel ini juga secara blak-blakan menantang Presiden SBY untuk mengambil langkah tegas tentang keberadaan Golkar di koalisi.
Menurutnya, Partai Golkar tetap berkomitmen mendukung pemerintahan SBY hingga akhir masanya.
Sikap “menentang” Golkar dengan mendukung pembentukan hak angket mafia pajak adalah bentuk dukungan Golkar mewujudkan pemerintahan SBY yang bersih dan berwibawa.
Meski demikian, Syamsul Bahri pun mengatakan Golkar tidak takut jika harus berada di luar barisan sebagai partai penyeimbang pemerintah.
“Sikap Golkar bukan mbalelo (membangkang) dan bukan karena tidak setia. Sama sekali tidak ada niat untuk menggoyang pemerintah. Silahkan SBY ambil langkah tepat, Golkar tidak takut di-reshuffle,” kata Syamsul saat membuka rakerda.
Mengancam
Rakerda Golkar Sulsel yang dilaksanakan di Gedung Mega Tower kawasan Trans Studio Makassar tersebut tak ubahnya pertemuan rapat kerja kepala daerah oleh Gubernur Sulsel.
Tidak mengherankan karena dari 24 bupati di Sulsel, 12 di antaranya Ketua DPD II Golkar. Baik `bintang’ yang  diusung langsung oleh Golkar dalam pilkada maupun bintang yang `dipetik’ Golkar.
Syahrul beberapa kali mengucapkan terima kasih kepada mereka yang duduk di barisan terdepan saat pembukaan rakerda.
Dalam pidato pembukaannya, Syahrul berkali-kali minta pernyataan di-off the record-kan. “Jadi ada lima poin ini, Pak Bupati, dan bapak-bapak ibu-ibu. Sekali lagi saya minta ini off the record,” ujar Syahrul.
Syahrul juga berkali-kali menyampaikan ancaman bagi  pengurus Golkar yang mau main-main. Dia mengancam memecat pengurus yang main-main dan mengingatkan seluruh kader untuk siaga menghadapi partai lain.
Seluruh bupati asal Golkar “diharamkan” meninggalkan lokasi raker selama acara berlangsung. Demikian pula peserta lain. Para bupati akan dilatih langsung untuk menerapkan strategi baru Golkar menghadapi pemilu.
Lapindo
Selain menegaskan sikap tegas Golkar dalam koalisi Setgab, Syamsul pun menuding wacana pengguliran kembali hak angket Lumpur Lapindo yang sempat menyeret nama ketua umumnya, Aburizal Bakrie penuh dengan tendensi dan sangat mengada-ada.
Fraksi Golkar di Senayan siap “berdialog’ dengan rekan-rekannya di senayan yang coba kembali mewacanakan hak angket Lapindo.
Menurutnya, pembahsan masalah lumpur Lapindo sudah final dan ditetapkan sebagai fenomena alam dan tidak ada kaitannya dengan teknis eksplorasi.
“Hak Angket Lapiindo itu sudah selesai. Kalau mau digulirkan lagi itu sangat tendensius, mengada-ada, dan cari gara-gara. Mungkin mereka tidakmembaca hasil (rapat) paripurna terakhir,” ujar Syamsul.

bupati asal golkar

1.    Selayar : Drs.H.Syahrir Wahab MM
2.    Pangkep: Syamsuddin A Hamid
3.    Luwu: Andi Mudzakkar
4.    Sidrap: Rusdi Masse
5.    Enrekang: La Tinro La Tunrung
6.    Luwu Utara: Arifin Junaid
7.    Luwu Timur: A Hatta Marakarma
8.    Bone: Idris Galigo
9.    Wajo: Burhanuddin Unru
10.    Barru: Idris Syukur
11.    Tana Toraja : Theofilus Allorerung
12.   Bulukumba : Zainudin Hasan