>Sulitnya Mendapatkan Izin Membangun Gereja Di Selayar


>Hingga saat ini izin pembangunan rumah ibadah bagi umat Bergama Kristen dikabupaten kepulauan Selayar belum ada kejelasan, sementara  sebuah gereja di kompelks pasar lama Benteng ibukota kabupaten kepulauan Selayar juga dikhabarkan hanya mengantongi izin pemanfaatan saja ,ironisnya karena usia gereja ini malah telah mencapai puluhan tahun lamanya sehingga dari gambaran ini, kita sudah dapat menarik satu kalimat terkait keseimbangan beragama di kabupaten Kepulauan Selayar perlu mendapat perhatian serius dari pihak pemerintah.
Dari hasil konfirmasi dengan salah seorang sumber yang tidak mau ditulis namanya, menyatakan bahwa proses pengurusan perizinan rumah ibadah bagi masyarakat Selayar yang beragama Kristen telah dilalui, namun selalu terbentur tanpa kejelasan. Selain itu kami juga telah menghubungi sejumlah pihak untuk mendapatkan dukungan tapi kenyataannya sangat susah untuk membuktikan teori terkait keseimbangan pelayanan beragama dari pihak pemerintah Selayar. Buktinya sampai saat ini kami tidak pernah sekalipun melakukan hal hal yang bersifat merusak tatanan, lantas kenapa kami mendapat perlakuan seperti ini, ujarnya.
Ketua Forum Peduli Selayar, Arsil Ihsan saat dimintai komentar terkait hal ini, menyebutkan bahwa seharusnya pemerintah kabupaten kepulauan Selayar bisa lebih adil dalam hal ini, soalnya acuan kita adalah Undang Undang sangat jelas, bahwa negara ini menjamin hak hak kehidupan beragama bagi warganya, sehingga suatu keharusan bagi pemerintah sebagai pelayan masyarakat untuk memberikan izin membangun rumah ibadah gereja bagi warga Negara beragama Kristen yang ada di Selayar. Sangat jelas ini perlakuan yang diskriminatif bila tidak dilaksanakan,ujar Arsil. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa kita di bumi tanadoang ini tidak bisa mangkir dari kenyataan bahwa perekonomian yang telah maju ini tidak lepas dari tangan tangan dingin warga yang sebagian beragama kristiani, malah komunitas mereka kerap memberikan bantuan kepada masyarakat Selayar dan masukan bagi pemerintah kabupaten kepulauan Selayar. Kemudian para petinggi daerah ini harus melihat sisi lainnya bila kemudian mau membangun selayar ini lebih cepat berkembang, pasalnya kebanyakan investor asing saat melirik ke Selayar ini selalu mengutamakan keberadaan rumah ibadah bagi mereka. Mari kita tilik juga trak record para warga Selayar yang beragama kristiani, Contoh kecil adalah ketaatan mereka dalam mensukseskan pemilu dan pilkada. Andai saja pemeluk agama Kristen ini tidak taat kepada aturan pemerintah maka mereka tentu tidak akan ikut memilih dalam pilkada Selayar kemarin karena para calon bukan dari agama mereka. Contoh lain yang merupakan kenyataan adalah banyaknya warga selayar yang menjadi pekerja di toko toko atau perusahaan yang pemiliknya beragama Kristen, toh mereka tidak memurtadkan para pekerjanya dari agama Islam, malah mereka memberikan kebijakan dan hadiah bagi pekerjanya saat hari raya Islam.  Kemudian kita juga harus kembali melihat sejarah Rasulullah SAW, bahwa memeluk agama Islam tidak dengan paksaan dan bukan karena penindasan atau menghalangi sesama manusia dalam persoalan keyakinan. Ya sudahlah, saya juga bingung dengan tidak adanya peluang membangun gereja bagi umat kristiani di Selayar padahal tidak ada aturan baku untuk hal ini, jangankan gereja Bos, izin bikin panggung hiburan saja kalau tidak mau dilarang harus tidak menyinggung perasaan para petinggi Islam , padahal yang melaksanakan itu juga beragama Islam, sambil tersenyum Arsil berlalu dengan menyebut dalam bahasa Selayar yang artinya  bahwa bukan mereka yang menentukan saya masuk surga atau neraka dan belum pasti mereka itu lebih bersih dari pada saya, jangan konfirmasi ke saya terkait izin gereja tapi ke pemerintah terkait  ujar Ketua Forum yang cukup vocal ini kepada media ini