>Muh.Arsyad, Mantan Kepala BKD Selayar Dilapor ke Polisi


>

Hingga saat ini laporan ke polres Selayar Sulawesi-selatan dengan bukti sejumlah lembaran kwitansi tanda terima uang yang diteken Muh.Arsyad  mantan kepala BKD pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai  pembayaran diluluskan  menjadi pegawai negeri sipil masih dalam penyelidikan, demikian diungkapkan oleh sumber di mapolres Selayar. Sementara itu kepala kepolisian Selayar AKBP. Setiadi yang di hubungi saat dalam perjalanan dari Makassar menuju ke Kabupaten Selayar kamis (10/2) menjawab sementara dalam pengembangan dan nantilah setelah saya tiba.
Menurut mery (pelapor) saat ditemui, menjelaskan  bahwa kwitansi  yang dijadikan alat bukti laporannya bernilai puluhan juta rupiah dan ditanda tangani langsung oleh Muh.Arsyad, yang saat itu masih menjabat sebagai kepala Badan kepegawaian Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar. Dan menurut menurut Meri, dirinya melapor karena bukan uangnya secara pribadi akan tetapi juga adalah milik kerabatnya yang bernama Ikbal. Selain kwitansi an. Ikbal, masih ada lagi sejumlah kwitansi atas nama korban lainnya dan semuanya telah diambil keterangannya oleh pihak berwajib. Hal ini dituturkan Meri kepada wartawan sesaat setelah dirinya menjalani proses pemeriksaan terkait laporannya ke polres Selayar pada kamis (10/2) siang.  Lebih lanjut Meri menjelaskan bahwa dirinyalah yang menyerahkan langsung semua itu kepada Muh.Arsyad yang biasa dipanggil Pak Aca.  Meri menjelaskan bahwa kwitansi yang di serahkan kepada polres Selayar sebagai bukti dalam laporannya adalah asli dan dirinya siap menempuh jalur hokum pada tingkat manapun, soalnya uang yang telah diserahkan sebagai pelicin sejumlah kerabatnya untuk bisa masuk pegawai negeri  kepada Muh.Arsayd harus dikembalikan kepada yang berhak, tutur Meri.
Sementara itu, jauh sebelum hal ini mencuat, Muh.Arsyad,mantan  kepala badan kepegawaian daerah kabupaten kepulauan Selayar, melalui jejaring social fb membantah hal tersebut dengan pembanding selembar kwitansi lainnya. Menurutnya kwitansi yang dijadikan alat bukti laporan terhadapnya adalah kwitansi palsu dan dirinya membantah tidak pernah menerima uang dalam hal ini. SelanjutnyaMuh.Arsyad  telah melaporkan hal ini kepada pihak kepolsian polda Sulselbar di makasar sebagai bentuk pencemaran nama baik, yang hingga saat ini juga di informasikan masih dalam proses penyelidikan.
Hingga saat ini ke dua kasus yang sementara dalam penanganan pihak berwajib di polres selayar dan Polda sulawesiselatan menjadi perbincangan hangat di tengah tengah masyarakat Selayar. Malah dalam beberapa waktu lalu, Muh.Arsyad mantan kepala BKD Selayar juga menggugat Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar  Ke PTUN atas SK.Mutasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar. Hingga saat ini prosesnya dalam tahap banding.
Masih terkait nama mantan kepala BKD Selayar, Muh.Arsyad juga beredar informasi hangat di tengah masyarakat selayar, bahwa pihak kepolsian sementara melakukan penyelidikan adanya dugaan KKN yang mengakibatkan terjadinya kerugian Negara dalam pengelolaan anggaran penyediaan konsumsi prajabatan cpns tahun 2009 dan 2010 senilai 1 milaiar rupiah lebih. Menurut sumber dipolres Selayar yang tidak mau namanya di publikasikan karena rentan mendapat teguran atasan ,menjelaskan bahwa pengelolaannya diduga sangat sarat dengan kkn, dimana Muh.Arsyad sebagai penanggungjawab dalam jabatannya sebagai kepala BKD  telah mempihak ketigakan penyediaan konsumsi ratusan cpns yang ikut prajabatan kepada perusahaan catering yang tidak lain adalah Istrinya,tanpa melalui proses lelang. Sehingga menurut sumber sangat kuat dugaan terjadi KKN dan penyalahgunaan jabatan. Ini yang sementara dalam pengembangan.  Melalui surat elektrik sms, kepada kapolres Selayar menyangkut hal ini, membalas, bahwa  sementara penyelidikan oleh anggota dan belum bisa dipastikan kebenarannya