>Polisi Bubarkan Aksi Mahasiswa Selayar, Pemilik Lahan Segel SMA 1 Pariangan


>Puluhan mahasiswa yang bergerak dari depan kampus Unismuh Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar melakukan aksi long march menuju ke mapolres Selayar sekitar pukul 9.00 Wita, Rabu (16/2). Aksi para mahasiswa membuat kaget sebagian warga kota benteng bagian selatan, pasalnya rombongan Mahasiswa tersebut juga sempat menutup jalan RA.Kartini sekitar 20 menit sebelum bergerak. Dari informasi yang berhasil dikumpulkan menyebutkan bahwa aksi mahasiswa tersebut ke Mapolres rencananya akan mempertanyakan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum anggota polres Selayar. Sejumlah hal inilah yang kemudian akan dipertanyakan kepada Kapolres Selayar, ujar Dedi. Saat akan masuk ke mapolres sempat tegang, yang akhirnya mahasiswa dapat dibubarkan. Sumber di Mapolres Selayar yang tidak mau ditulis namanya, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Pada saat yang hamper bersamaan, sekitar pukul 07.00 Wita, siswa SMA 1 pariangan Kecamatan Bontosikuyu yang masuk sekolah dikagetkan dengan adanya pelarangan masuk ke lokasi sekolah mereka oleh Anas yang mengaku pemilik lahan Sekolah tersebut. Malah dipintu gerbang sekolah menjurus ke pagar, terpasang karton bertuliskan “ Untuk Sementara Sekolah ini Ditutp Pemilik Lahan, Hingga Ada Penyelesaian. Kalau tidak mau di Sebut Binatang maka jangan masuk Ke areal Sekolah” .
Mendapat warning seperti itu, terpaksa siswa dan para guru tidak masuk ke areal sekolah, namun tetap tidaj jauh dari sekitar sekolah mereka namun berada diluar pagar. Kepala Sekolah yang terpantau tiba dilokasi berupaya mengkomunikasikan persoalan lahan yang kemudian disebutkan oleh pemilik lahan bahwa saya tidak mau dijanji lagi dengan proyek, karena dirinya merasa dibohongi.
Sekitar pkl.11.00 wita, kepala Dinas Pendidkan Nasional Kabupaten Kepulauan Selayar terpantau melakukan pertemuan dengan pemilik laan dan pemerintah kecamatan, yang kemudian terjadi dil yang tidak diketahui karena tidak ada yang mau memberikan komentar kepada wartawan.
Hingga berita ini diturunkan, sekolah tersebut rencananya akan di buka kembali pemilik lahan pada hari Kamis