>Gempa 5,9 SR Dilaut Jawa Dirasakan Dan Sempat Membuat Warga Selayar Khawatir Berpotensi Tsunami


>Gempa berkekuatan 5,9 SR yang terjadi di laut jawa juga dirasakan oleh sebagian besar warga Kabupaten Kepulauan Selayar pada Minggu (12/12/2010). Sekitar pukul 23:59:19 WITA . memang tidak banyak yang merasakan hal ini karena sebagian warga sementara terlelap.

Informasinya pertama kali disampaikan oleh seorang operator radio amatir bernama Pak Aksa kepada media ini, yang mendengar khabar bahwa gempa yang baru saja terasa oleh sebagian besar warga benteng selayar terjadi di lokasi gempa di titik 6.11 LS – 117.55 BT pada kedalaman laut 19 Km terjadi di perairan semenanjung selatan pulau Sulawesi dan berpotensi tsunami, kemudian informasinya menyebar melalui sms ke sejumlah warga yang sementar masih malam mingguan di pantai plaza marina. Sontak hal ini menjadi bahan perbincangan dan tentu saja mengagetkan warga lainnya.

Belum beberapa menit sekitar pukul 00.15 wita, informasinya kemudian diperbaharui oleh seorang amatir radio dari kabupaten bulukumba bernama Andi Mappasompa yang menyampaikan bahwa gempa terjadi pada titik yang sama dengan informasi awal namun ditegaskan bahwa tidak berpotensi terjadi Tsunami, namun diharap untukterus berjaga jaga atau melihat kondisi yang terjadi.

Bersamaan ramainya informasi antara warga tiba tiba sebuah siaran dari radio berita Elshinta dari Jakarta yang reporternya di wilayah kabupaten kepulauan selayar melaporkan apa yang sementara terjadi pada dinihari tersebut dan menyatakan bahwa sesuai apa yang di lansir dari web bmkg bahwa telah terjadi gempa pada 232 km BaratDaya MAKASSAR-SULSEL , 265 km TimurLaut SUMBAWABESAR-NTB , 294 km BaratLaut RABA-NTB , 298 km BaratDaya BULUKUMBA-SULSEL , 1191 km TimurLaut JAKARTA memang dirasakan oleh warga selayar dan terpantau bahwa masyarakat kampong Tabang, Padang dan Benteng sebagian besar merasakan hal tersebut.

Hingga dinihari Senin 13/12, keadaan memang tidak terlihat panic namun sejumlah warga di sejumlah warung warung begadang terpantau mebincangkan hal ini.

Andi Fajar, Ketua umum lingkar hijau menyatakan bahwa sudah seharusnya pemerintah kabupaten Selayar dalam hal ini badan penanggulangan bencana memiliki peralatan khusus pendeteksi gempa khususnya tsunami yang kerap membuat warga pesisir panic mendengar khabar seperti ini.

Sementara itu salah seorang pemilik station radio amatir yang mampu menjangkau ke seluruh pelosok dan wilayah kepulauan menyayangkan tidak adanya kepedulian pemerintah kabupaten selayar untuk melakukan upaya pengadaan alat komunikasi yang mampu melakukan komunikasi ke seluruh wilayah kepualauan selayar. Memang setiap tahun ada pengadaan seperti ini tapi sepertinya hanya pengadaan belaka tanpa menempatkan ahli perencanaan dan ahli pemeriksa sehingga Ardi Menilai bahwa apa yang dilakukan pemerintah kabupaten kepulauan selayar sangat mubazir saja.

Pemerintah kabupaten kepulauan selayar mendapat informasi dari pengurus FPS melakukan upaya pemantauan di sejumlah wilayah termasuk Bupati dan Wakil Bupati terlihat cukup respon menerima informasi adanya gempa yang terjadi pesis di depan sebelah barat kabupaten kepulauan selayar yang membentang di selatan pulau Sulawesi menghadap ke laut jawa.