>Hari Ini Ribuan Warga Selayar Antri Mendapatkan Bensin


>FPS : Memainkan BBM Bersubsidi Kuota Selayar Sama Saja Memainkan Anggaran Negara alias Korupsi.

Dalam sepekan terakhir bbm jenis premium sangat langka di wilayah kabupaten kepulauan selayar sulawesi-selatan . Malah dalam 3 hari terakhir boleh dikatakan sama sekali tidak ada premium untuk kebutuhan kendaraan dapat di beli oleh warga.

Akibat kelangkaan bbm jenis premium ini, terminal angkot dipasar bonea yang biasanya ramai oleh angkot dari desa desa di wilayah kabupaten kepulauan selayar yang mengangkut warga ke pasar kota , dalam 3 hari terakhir sepi . Menurut salah seorang petugas terminal bahwa banyak angkot yang tidak beroperasi akibat tidak adanya bbm jenis premium yang terjual.

Dari pantauan media ini bahwa sejumlah warga yang memiliki kendaraan motor dan mobil yang berbahan bakar premium atau bensin terpaksa tidak menggunakan kendaraan malah warga yang bermukim agak jauh dari tempatnya beraktivitas memilih tidak beraktivitas ketimbang jalan kaki ke kantor.

Akibat kelangkaan bbm dikabupaten kepulauan selayar, hari Rabu (1/12) koalisi lsm dan mahasiswa kepulauan selayar mendatangi dprd selayar, mereka di terima oleh wakil rakyat selayar di dprd selayar dan berjanji akan melakukan pemanggilan terhadap pemerintah dan pengusaha bbm diwilayah kabupaten kepulauan selayar .

Sementara itu Forum Peduli Selayar melalui juru bicaranya Sigit Sugiman, menyebutkan bahwa yang paling bertanggungjawab dalam hal ini adalah pihak pertamina, baik itu pertamina wilayah, pusat dan daerah kita sendiri , karena apapun dan bagaimanapun pihak pihak lainnya saling tuding dan mengingatkan, ujung ujungnya adalah bagaimana pihak pertamina yang menangani dan melayani bbm ke wilayah kabupaten kepulauan selayar pastinya lebih tahu akan apa yang sebenarnya terjadi. Bayangkan saja bila kemudian diwilayah pemasaran kabupaten kepulauan selayar ini sebagian besar penjual bbm adalah keluarga aparat penegak hokum dan pasti sangat tahu kondisinya.

FPS berharap agar pihak pihak terkait, dalam hal ini pihak pertamina yang melayani jatah bbm selayar agar member sangsi keras terhadap oknum oknum yang telah memainkan kuota dan peredaran bbm jatah kabupaten kepulauan selayar, karena kami membaca hal ini dari penjelasan pihak pertamina yang menanggapi kondisi yang terjadi di wilayah kabupaten kepulaua selayar melalui media cetak Makassar pada Selasa (30/11) lalu. Dimana GM Pemasaran dan BBM Ritel PT Pertamina Regional VII, Ferdy Novianto, mengakui, kelangkaan BBM, khususnya jenis premium dan solar diakibatkan permainan para Agen Premium Minyak dan Solar (APMS) di Selayar yang banyak menjual ke pengecer.

Selanjutnya Menurut Ferdy kepada media harian terbitan Makassar tersebut ,bahwa Kabupaten Kepulauan Selayar hanya memiliki tiga APMS yang lebih kecil dari SPBU dengan kuota yang sudah ditetapkan hanya mencapai 550 ton untuk premium dan solar.

Sebelumnya pada 2009, konsumsi BBM di daerah tersebut cenderung terkontrol, pasalnya harga premium dan solar ditempat itu relatif lebih tinggi dari harga eceran di SPBU dikarenakan biaya pengangkutan BBM ditanggung APMS. Namun setelah terhitung 1 Januari 2010, harga eceran APMS dan SPBU menjadi sama , karena biaya pengangkutan BBM ditanggung oleh Pertamina.

“Sebenarnya kuota BBM untuk Selayar itu hanya mencapai 550 ton per bulan untuk premium dan solar, itu adalah kuota yang sudah ditetapkan per kabupaten. Saat ini konsumsi BBM di daerah itu menjadi meningkat, karena tingginya aktifitas penduduk dikarenakan harga bensin sudah murah,” ungkapnya.

Sementara kelangkaan itu sudah ditaktisi dengan penambahan kuota BBM bersubsidi sebesar 20-30 ton per bulan terhitung mulai 1 Desember 2010.

“Selayar itu ada 3 APMS, dimana masing-masing kuotanya sebesar 60 ton hingga 200 ton per bulan. Terhitung 1 Januari 2010 harga eceran sama dengan harga SPBU. Akibatnya konsumsi masyarakat di Selayar lebih besar, sementara kuotanya tetap tidak bertambah, kadang-kadang dijual dalam bentuk cerigen. Banyak menjual kepengecer, itu dari banyaknya laporan yang masuk, sehingga mulai tanggal 20-an kuota BBM ditiga APMS sudah kosong,” tutupnya kepada media cetak terbitan Makassar yang kami release ulang ini.

Bila mengkaji apa yang disampaikan, maka kami dari FPS menggaris bawahi kalimat adanya dugaan permaina agen yang banyak menjual ke pengecer serta kalimat penambahan kuota bbm bersubsidi” . Dimana dalam kalimat ini tentulah ada dugaan tindak pidana yang perlu mendapat perhatian serius pihak pihak terkait. Bisa dibayangkan bila kemudian subsidi tersebut diambil dari anggaran Negara, kemudian dipermainkan oleh adanya oknum oknum yang tidak bertanggungjawab, bukankah ini juga termasuk dari penyimpangan anggaran Negara alias korupsi, ujar sigit jurubicara FPS.

Senada dengan apa yang dilontarkan oleh Andi Fajar, Direktur Lingkar Hijau Social Care Selayar yang menyampaikan bahwa kami melalui bendera koalisi lsm selayar telah melayangkan surat terhadap pihak kepolisian selayar agar segera melakukan upaya upaya penindakan bila kemudian ada ditemukan pihak pihak yang menimbun bbm, namun setidaknya bahwa unsure penyimpangan dalam subsidi tersebut perlu juga mendapat perhatian. Sehingga kami dari Lingkar Hijau Sosial Care meminta dan mendesak kepada pihak berwajib agar melakukan upaya pemeriksaan dan investigasi cermat terhadap para agen dan seluruh pihak yang terlibat dalam pendistribusian bbm ke selayar secara transfaran agar tidak menimbulkan fitnah ditengah tengah masyarakat.

Hinga hari rabu (1/12) bbm jenis premium di wilayah kabupaten kepulauan selayar masih belum menunjukkan adanya tanda tanda mampu melayani kebutuhan warga selayar.(Tim)