>Sulsel didorong untuk ekspor langsung


>Oleh: Kwan Men Yon

Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah, a.l. potensi pajak Rp29,7 miliar lepas, DPK Bank Sulut di Jawa capai Rp820 miliar, Sulsel didorong ekspor langsung, proyeksi pajak kendaraan Rp270 miliar, proyek tiang listrik selayar dipindahtangankan, BNI miliki 17% aset menara Bosowa, dan Perusda Sulsel siap garap lima sektor bisnis.

POTENSI PAJAK: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berpotensi kehilangan pendapatan pajak sebesar Rp29,7 miliar pada 2011 akibat berlakunya UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. (Bisnis Indonesia Regional Timur)

UPAH MINIMUM: Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan upah minimum provinsi (UMP) 2011 sebesar Rp1,1 juta adalah jalan tengah untuk menyenangkan pengusaha dan pekerja.

Syahrul mengatakan UMP yang tinggal menunggu penetapan lewat surat keputusan gubernur tersebut merupakan solusi bagi kedua belah pihak yang menginginkan kisaran upah berbeda. (Bisnis Indonesia Regional Timur)

BANK SULUT: Enam kantor cabang PT Bank Sulut di DKI Jakarta dan Jawa Timur mampu menghimpun dana pihak ketiga hingga Rp820 miliar sampai pertengahan November 2010.

Direktur Utama Bank Sulut Jeffry Wurangian mengatakan kantor cabang Thamrin, Jakarta, paling produktif dengan total DPK menembus Rp400 miliar atau hampir separuh nilai simpanan dari jaringan bank pembangunan daerah (BPD) itu di Jawa. (Bisnis Indonesia Regional Timur)

EKSPOR LANGSUNG: Pemerintah pusat mendukung upaya Pemprov Sulawesi Selatan membuka jalur ekspor langsung ke luar negeri. “Keterbatasan infrastruktur membuat Sulsel sulit meningkatkan volume ekspor,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar di sela-sela seminar ekspor di Makassar, pekan lalu.

Namun, Mahendra mengatakan kegiatan ekspor tidak perlu menunggu tersedianya seluruh infrastruktur. “Jangan jadikan keterbatasan infrastruktur sebagai alasan utama,” ucapnya. (Bisnis Indonesia Regional Timur)

PAJAK KENDARAAN : Pendapatan pajak daerah Sulawesi Selatan pada 2011 diproyeksikan meningkat hingga 145%. Pendapatan pajak kendaraan pada 2010 sebesar Rp110 miliar diproyeksikan naik menjadi Rp270 miliar.

Kepala Dinas pendapatan Daerah Sulawesi Selatan Arifuddin Dahlan mengatakan proyeksi tersebut baru berdasarkan asumsi pertumbuhan kendaraan di bawah 10%. Padahal, kata dia, data pada 2010 menyebutkan bahwa pertumbuhan kendaraan sudah 14%. “Artinya, penghitungan proyeksi pendapatan pada 2011 akan lebih besar,” kata Arifuddin dalam acara Sosialisasi peraturan Daerah Sulawesi Selatan tentang pajak daerah, sabtu lalu. (Koran Tempo Makassar)

PROYEK LISTRIK: Pemenang tender proyek listrik Selayar diduga meminta pihak lain mengerjakan proyek pengadaan 1.789 tiang listrik di lima kecamatan itu. Direktur PT Putri Indah Malaqbi Rustan Tahir mengatakan proyek yang sering dipindahtangankan itu menjadi masalah. “Saya meminjamkan perusahaan itu karena yakni Sudirman bisa mengerjakan proyek tersebut,” kata Rustan di kediamannya, di Jalan A.P. Pettarani Nomor 4, Makassar, sabtu lalu. (Koran Tempo Makassar)

BNI-BOSOWA: PT Bank Negara Indonesia (BNI), diam-diam ikut menanamkan modal di Menara Bosowa. Nilai kepemilikan BNI mencapai 17% atau Rp30,6 miliar dari Rp180 miliar total nilai Menara Bosowa.
Pemimpin BNI Wilayah 07 Makassar, Shadiq Akasya, akhirnya berinvestasi di Menara Bosowa untuk lebih meningkatkan pelayanan.

“Kami membeli tiga setengah dari gedung Menara Bosowa. Itu sesuai dengan kebutuhan dan itu diputuskan oleh kantor pusat,” ujarnya di sela-sela penandatanganan akta jual beli dengan pihak PT Indah Bumi Bosowa, akhir pekan lalu. (Fajar)