>Kelangkaan Bensin Mulai Resahkan Warga Kota Benteng Selayar


>Rabu (1/12) warga benteng selayar masih terus dirundung susah untuk mendapatkan bbm jenis premium , pasalnya bukan saja pangkalan yang tidak membuka pangkalannya namun pengecer pun tidak melayani pelanggannya akibat tidak adanya pasokan dari agen. Sejak pagi hari sedikitnya seratusan kendaraan roda dua dan mobil terpantau berada dipintu pangkalan dijalan veteran hingga kemudian membubarkan diri setelah mendapat khabar bahwa pangkalan tersebut tidak melayani karena stok yang habis. Kemudian kondisi yang sama juga terjadi pada siang harinya terpantau banyak warga yang terpaksa menyimpan kendaraannya di sekitar pangkalan. Ada juga yang terpantau membawa jiregen karena menurut mereka , kendaraannya sudah tidak dapat di pakai lagi akibat kehabisan bbm.

Semetara itu dari pantauan di terminal pasar bonea, yang merupakan tempat berkumpulnya angkutan umum jenis mikrolet yang mengangkut para warga pedesaan ke pasar kota benteng juga terpengaruh oleh kelangkaaan bbm jenis bensin, karena sebagian kendaraa angkutan umum ini menggunakan bahan bakar bensin. Sebagian besar angkot di terminal ini tidak beroperasi pak, soalnya tidak ada bensin, ujar rahmat salah sorang kondektur angkot yang dimintai komentarnya mengenai banyaknya angkot yang tidak beroperasi dalam sepekan terakhir ini. Rahmat juga menjelaskan bahwa beberapa pemilik dan sopir mengaku tidak mau ambil resiko rugi karena bbm ini soalnya kalaupun ada yang dijual harganya mencapai 15 ribu perliter.

Tercatat 6 wilayah kecamatan di kabupaten kepulauan selayar yang tidak ada bensin dipasaran wilayah tersebut, masing masing kecamatan Bontomatene,Kecamatan Buki , Kecamatan Bontomanai,Kecamatan bontoharu, Kecamatan Benteng, Dan Kecamatan Bontosikuyu. Sementara itu di wialayah kecamatan kepulauan masing masing kecamatan Takabonerate, Kecamatan Pasimasunggu, Kecamatan Pasimasunggu Timur , Kecamatan Pasimarannu dan Kecamatan Pasilambena juga dilaporkan mengalami jal yang sama namun kondisinya tidak separah dengan 6 wialayah kecamatan daratan karena sebagian dari warga diwilayah kepulauan membeli dan mendapat bbm dari pelaut pelaut yang biasanya berlayar ke NTT dan pulangnya membawa bbm dalam jiregen. Begitu juga dengan sejumlah warga kepulauan yang menjual ikan ikan hasil tangkapannya kabupaten bulukumba dan bantaeng serta kabupaten sinjai, pulangnya kerap membawa bbm dengan menggunakan jiregen.