>Kejati: Bohong Kalau


>Sekitar pukul 09.00, rombongan Kejaksaan Tinggi Sulselbar, tiba di Kejaksaan Negeri Jeneponto, Selasa (30/11).
Sebelumnya rombongan Kejati Sulselbar, Dr ST Burhanuddin SH MH diterima Bupati Jeneponto, Radjamilo.
Turut serta dalam rombongan Kejati, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun), Yogie Hasibuan SH MH, Kasie Humas Kejati, Irsan Djafar SH MH.
Kedatangan Kejati Burhanuddin di Jeneponto, menimbulkan berbagai pertanyaan terkait dengan banyaknya kasus korupsi di Kejaksaan Negeri Jeneponto yang mandek.
Burhanuddin selama di Kejaksaan Negeri Jeneponto, memeriksa satu persatu ruangan mulai dari ruang kasi pidsus, kasi intelijen, kasi pidum, ruang jaksa fungsional, kantin adhyaksa dan fasilitas masjid.
Kejari Jeneponto, Tubagus Arif Azis yang mendampingi Burhanuddin, nampaknya kebakaran jenggot. Karena Burhanuddin sempat mempertanyakan berbagai kasus yang ditangani Kejaksaan Jeneponto, yang sedang berjalan.
Seperti kasus Askes yang saat ini masih diperdalam penyelidikannya, akhirnya dijawab Burhanuddin. Dalam keterangan persnya, Burhanuddin mengatakan bahwa kasus penyalahgunaan dana Askes yang ditangani Kejaksaan Jeneponto, dalam minggu ini akan diekpose di kejati.
“Kita minta secara terbuka saja, sehingga siapapun tersangkanya kita umumkan secara terbuka, sehingga tidak ada yang ditutup-tutupi,” janji Burhanuddin.
Bahkan Burhanuddin blak-blakan mengatakan bahwa bohong kalau tidak ada kasus korupsi Jeneponto. Sehingga kedatangannya di Jeneponto, adalah untuk memantau langsung kinerja Kejaksaan Jeneponto yang akhir-akhir ini disorot, seiring dengan banyaknya kasus yang mandek atau bahkan dipe-ties-kan. (lau/ade/C)