>Sehari Menjelang Hari Jadi Selayar, Kota Benteng Terendam Air Hujan


>Guyuran hujan lebat yang melanda kabupaten kepulauan selayar pada Minggu (28/11) selama  kurang lebih  tiga jam membuat sebagian besar wilayah di ibu kota kabupaten kepulauan selayar terendam air hujan. Malah disejumlah tempat diwilayah selatan kota,  air hujan mencapai ketinggian paha  orang dewasa .  Hujan yang mendadak lebat disertai guruh dan kilat  tersebut, sontak merubah wajah kota benteng yang biasanya ramai menjadi begitu lengang. Disejumlah ruas jalan yang terpantau, hanya satu dua kendaraan yang lewat. Ditambah lagi banyaknya ruas jalan yang tertutup larangan lewat karena digunakan untuk pesta pengantin. Menjelang siang sekitar pukul 11.00 wita, terpantau sejumlah jalan  raya dan kompleks pemukiman warga terendam air , seperti di poros raya jalan Jend.Sudirman, Sultan Hasanudin, Jln.DR.Muchtar, Jln.Siswomiharjo Utara, Jln, MKR,Bonto, Jln,Wr.Supratman, Jln.RA.Kartini Utara,  Jln.Veteran,  Jln. Pahlawan,  jln.Ahmab Yani,  Jln.Fatmawati, Jln. Tien Suharto, jln.Cakalang, Jln Parappa menuju rumah sakit umum daerah .
Sementara  itu kompelks pemukiman warga di ibukota Benteng yang juga kebanjiran  diantaranya  adalah pemukiman warga dibelakang PLN Lama, Pemukiman warga di belakang kantor Kodim, Kompleks Pabbatuang, Kompleks Panggiliang selatan, depan Perumahan Pemda Panggiliang , bonehalang selatan, bua bua sebagian khususnya warga yang bermukim diwilayah kompleks karama” , seputar pasar senggol dan pemukiman warga di sebelah barat pertamina utara kota serta sejumlah tempat lainnya.(Tim)
Sekitar pukul 12.00wita, hujan mulai reda, sejumlah warga terpantau berupaya mengalirkan genangan air , diantaranya ada sejumlah warga di jalan mkr.bonto terpantau turun ke drainase untuk membongkar sampah yang menutup saluran dibawah beton jalan masuk rumah dari jalanan, sementara itu di panggiliang selatan malah sejumlah warga terpantau berupaya membuka saluran drainase besar yang mengarah ke laut karena tertutup oleh sampah. Kondisi serupa juga terjadi di jln Sultan Hasanudin, Jln.Jend.Sudirman,DR.Muhtar dan sejujmlah jalan lainnya yang mengalami kebanjiran karena luapan air dari saluran drainase yang tidak mengalir.
Lain lagi yang dialami oleh sejumlah warga di selatan kota benteng, khususnya disekitar rsud selayar kea rah barat, dimana banjir selain disebabkan oleh tidak mengalirnya pembuangan air, juga mendapat banjir kiriman dari bukit sebelah timurnya yang telah tandus karena pembukaan lahan pemukiman.  Parahnya karena banjir kiriman tersebut sebagian berasal dari drainase dan saluran pembuangan air rsud selayar yang berbau obat.  Menurut mereka yang bermukim ditempat ini, kadang sumur mereka juga berbau obat.