>Katanya Studi Banding, Kok BK DPR Jualan Furniture


>Pelesiran delapan anggota Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat (BK DPR) ke Yunani untuk studi banding mengenai etika ternyata tidak sinkron dengan tujuan awal. Ditengah kunker, mereka melipir ke Turki untuk berjalan-jalan.

Namun, hal itu dibantah oleh rombongan yang ikut ke sana. Di negara Timur Tengah itu, ternyata anggota BK berjualan furniture kepada para pengusaha di sana.

“Saya heran kami yang hanya menggunakan anggaran Rp800 juta saja dimaki-maki, padahal kami berhasil mengandeng 17 pengusaha di Turki untuk membeli furniture Indonesia senilai ratusan miliar rupiah,” kata Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/11/2010).

Untuk itu, politisi dari Fraksi Partai Golkar itu meminta masyarakat untuk tidak mempersoalkan kunjungan angggota BK ke Turki beberapa hari lalu. “Kami berhasil membawa 17 buyer yang mau membeli furniture dengan nilai ratusan miliar ke Indonesia,” kata dia.

Meski tidak sesuai dengan agenda, namun Nudirman berdalih anggota dewan itu sudah bekerja dengan baik dengan mempromosikan furniture buatan Indonesia ke pengusaha Turki.

“Kenapa yang receh-receh begini dipermasalahkan terus?,” tukasnya.

Delapan anggota BK DPR ini berangkat ke Yunani untuk studi banding mengenai etika anggota dewan di sana. Namun, agenda sedikit bergeser dan pergilah delapan anggota BK ini ke Turki.

Kabarnya, di Turki mereka hanya jalan-jalan, belanja dan melihat pertunjukan tari tradisional setempat atau yang biasa dikenal dengan tari perut.(bul)(ded)