>DAK untuk Lingkungan Hidup Baru Terealisir 65 Persen


>




Hingga triwulan III, Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2010 untuk Lingkungan Hidup sudah 65 persen yang terealisir di 27 Kabupaten/Kota di Sumut. Sementara sisanya 35 persen masih akan dipergunakan hingga Desember 2010.

“DAK tersebut telah digunakan untuk pembelian peralatan laboratorium, mobil laboratorium, membangun sumur resapan, penanaman pohon di bantaran sungai, pembangunan sarana pengolahan sampah, biogas dan lainnya,” demikian jelas Dr H Indra Utama SE MSi Kabid Penaatan dan Komunikasi Lingkungan BLH Sumut usai Rapat Evaluasi Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Lingkungan Hidup Tahun Anggaran 2010 dengan petugas BLH dari 27 Kabupaten/kota di Dharma Deli, Selasa (23/11).

Dikatakan Indra, setiap kabupaten boleh memilih mana yang dibutuhkan sesuai kebutuhan di daerah masing-masing. Seperti Medan, BLH Medan menggunakan DAK tersebut untuk membangun IPAL untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berlokasi di Mabar.

DAK yang dikucurkan ke Kabupaten/Kota untuk per item pembangunan maupun pengadaan mobil laboratorium dan lainnya, lanjut Indra, sebesar Rp 600 juta hingga Rp 1,8 miliar dan dikelola oleh kantor BLH di Kabupaten/Kota setempat. “Yang paling besar anggaran yang digunakan untuk pengadaan sarana laboratorium,” cetusnya.

Dikatakan Indra, ada beberapa daerah yang tidak bisa merealisasikan anggaran dikarenakan Rencana Kerja Anggaran (RKA) tidak sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) yang ditetapkan menteri atau belum direvisi oleh daerah bersangkutan. “Yang belum merevisi RKA-nya atau tidak terealisir sama sekali DAK tersebut adalah kota Gunung Sitoli,” ujar Indra.

Dalam rapat yang diikuti 27 utusan dari 27 Kabupaten/Kota itu, BLH Sumut juga memberi informasi tentang penggunaan Dana Tahun Anggaran 2011 untuk pengadaan peralatan pengujian emisi udara dan pembangunan ruang terbuka hijau.

“Selanjutnya juga kita telah sepakat untuk mengefektifkan penanganan kasus-kasus lingkungan di daerah dengan pengefektifan sekretariat penanganan kasus di 16 kabupaten/kota yang memiliki persoalan lingkungan,” pungkasnya Indra.(mc)