>Masjid Al-Markas Bone Keropos


>Walaupun sudah menelan biaya hingga belasan miliar, Masjid Al Marif Al-Markas Kabupaten Bone, masih diragukan bisa berfungsi secara normal.
Pasalnya, masjid kebanggaan masyarakat Bone tersebut, sudah mulai kembali keropos. Beberapa sudut masjid mulai luar hingga dalam, khususnya dibagian plafon atau atap, dilumuri lumut dan bahkan beberapa keramiknya mulai terbongkar.
“Pekarangannya mulai rampung tetapi masjidnya lagi yang butuh perbaikan,” ungkap salah seorang jamaah masjid yang ditemui Upeks, Jumat lalu.
Beberapa jamaah masjid juga menyoroti pengurus masjid Al-Markas yang tak lagi mengurus kebersihan masjid, hal itu dirasakan warga saat Salat Jumat. Debu yang menempel dikeramik cukup jelas terlihat, sehingga beberapa jamaah mengaku tidak khusyu dalam melaksanakan salat, karena tidak yakin akan kebersihan masjid tersebut.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Latenritatta dan Lembaga Advokasi Kesejahteraan Rakyat (Lakra), menuding kalau pembangunan masjid Al Markas tersebut, masih sangat jauh dari harapan masyarakat Kabupaten Bone. Pasalnya, dana yang ditelan dalam pembangunan masjid itu tak sepadam. Muchawas, Ketua LSM Latenritatta, menilai dana yang nilainya hampir mencapai Rp15 miliar tersebut, terlalu boros untuk sebuah hasil masjid yang pekerjaannya tak maksimal. “Coba lihat saja hasilnya, masjid yang dikatakan rampung tahun lalu sudah mulai berjamur dan bocor-bocor, dan bahkan beberapa keramiknya sudah mulai terbongkar,” jelasnya.Hal sama juga diungkapakn Suardi Mandang, Koordinator Lakra Menurutnya, pembangunan masjid tersebut tidak akan pernah rampung. Pelataran dan pekarangan masjid sudah rampung tetapi kondisi masjid masih perlu biaya pemeliharaan atau perbaikan dibeberapa bagian.