>PSK Merajalela, Perda Syariat Islam Dipertanyakan


>

Peraturan daerah (perda) Syariat Islam yang diberlakukan di Bulukumba dipertanyakan. Perda tersebut dinilai tidak bertaji karena makin maraknya pekerja seks komersial (PSK).

Bahkan saat ini, PSK tidak hanya beroperasi di Pantai Tanjung Bira Kecamatan Bontobahari, namun sudah menjalar ke pusat kota Bulukumba.

Anggota Komisi III DPRD Bulukumba Andi Mauragali mengatakan, penjaja seks saat ini makin meresahkan warga. Dia mengaku praktik ini terus menjalar dan mengganggu kehidupan dalam kota.

Keberadaan Perda Syariat Islam yang pada awalnya diterapkan terkesan tidak berguna lagi. Menurutnya, hal itu disebabkan kurangnya ketegasan pemerintah dalam melakukan penindakan terhadap oknum atau pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

“Katanya kita punya Perda Syariat Islam tapi kalau begini berarti tidak berguna. Buktinya PSK sudah masuk dalam kota tidak lagi hanya di Bira,” kata Andi Mauragali, Minggu, 21 November.

Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan berjanji akan melakukan koordinasi kembali dengan berbagi unsur yang terlibat dalam penegakan perda ini. Zainuddin mengaku perda ini memang harus dikaji kembali dan dicari titik lemahnya untuk kemudian ditutupi.

Hanya saja, jika dikatakan perda ini sudah mati suri dia membantahnya. Menurutnya, perda tersebut tetap ada gunanya. Hanya memang butuh dimaksimalkan pelaksanaannya.
“Saya siap dikritik. Apapun itu saya akan terima karena bagi saya kritik adalah bagian dari perbaikan. Kalau tidak ada kritik susah untuk berkembang karena kesalahan tidak terbaca,” kata Zainuddin. (arm)