>Poros Bantaeng-Bulukumba Terlambat Setahun Akibat Pengalihan Kontraktor


>Jalan poros Bantaeng-Bulukumba yang ditargetkan selesai tahun 2011, kemungkinan besar akan terlambat. Tak tanggung-tanggung, rentang waktu keterlambatannya selama satu tahun.

“Kami akui, akan terjadi keterlambatan penyelesaian. Seha-rusnya, tahun 2011 selesai tapi karena ada sedikit masalah akibat pengalihan kontraktor, sehingga kemungkinan besar terlambat setahun,” ungkap Abdul La-tief, Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Minggu (21/11).
Abdul Latief me-ngungkapkan, pengerjaan jalan poros Bantaeng-Bulukumba telah dialihkan ke Waskita. Sehingga, diharapkan, bisa mempercepat penyelesaiannya dan mengejar keterlambatan itu.
“Dengan kontrak yang sekarang, kami harap bisa mengejar keterlambatan sebelumnya. Sehingga, semuanya bisa secepatnya diselesaikan,” harapnya.
Pengerjaan jalan poros Bantaeng-Bulukumba, dianggarkan sebesar Rp124 miliar lebih. Anggaran itu berasal dari bantuan luar negeri yakni Australia dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Jalan itu proyeknya nasional sehingga anggarannya dari APBN. Kami juga berharap secepatnya selesai sehingga perekonomian bisa lancar dan masyarakat merasa nyaman dengan jalan yang sudah mulus,” jelasnya.
Menanggapi keterlambatan itu, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, yang ditemui secara terpisah, Minggu (21/11), mengatakan, akan mengkaji laporan-laporan yang masuk. Termasuk, alasan-alasan mengapa terjadi keterlambatan.
“Saya akan evaluasi nanti,” ujarnya.
Ia berharap, Dinas Bina Marga konsisten dengan apa yang dikerjakan. Apalagi, jalanan merupakan infrastruktur yang sangat penting dalam menunjang perekonomian di Sulsel. Jika kondisi jalanan rusak, tentunya akan mengganggu perekonomian, khususnya distribusi barang.
“Harus konsisten. Kalau ditargetkan 2011, ya harus diselesaikan,” tegasnya.