>Pelamar CPNS Sulsel Hampir 100.000


>

Berebut 5.792 Kuota, Ratusan Dinyatakan Tidak Lulus Berkas
Keinginan masyarakat Sulsel menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih sangat tinggi. Itu terbukti dengan jumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Sulsel yang menghampiri angka 100.000 orang. Padahal total yang akan diterima hanya sekira 5.792.
“Animo masyarakat untuk jadi PNS memang masih sangat tinggi. Informasi terakhir, angkanya sudah mencapai 100.000 orang,” ungkap A Muallim, Sekretaris Provinsi Sulsel, Minggu (21/11).
Angka itu, kata Muallim, belum termasuk Kabupaten Pangkep yang memperpanjang waktu pendaftaran hingga Senin, 22 November. Sehingga, tentunya masih akan ada tambahan meskipun jumlahnya tidak signifikan.
“Itu belum masuk tambahan dari Pangkep,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sulsel, A Murny Amien Situru, mengatakan, jumlah berkas yang masuk di Pemprov Sulsel sebanyak 9.724 pelamar. Adapun rinciannya, tenaga pendidikan 29 orang, tenaga kesehatan 4.162 orang, dan tenaga teknis 5.533 orang.
“Yang kami terima hampir sepuluh ribu,” ungkapnya.
A Murny mengatakan, panitia telah melakukan verifikasi berkas. Diantaranya, ada yang tidak lulus berkas karena tidak memenuhi persyaratan. Karena itu, pemberitahuan lulus berkas atau tidak, akan tetap dikirimkan kepada pelamar melalui pos untuk diantarkan ke alamat yang tertera di amplop balasan.
“Berkasnya sudah ada yang diverifikasi, tapi saya tidak akan menyebutkan hasilnya,” katanya saat dimintai keterangan terkait jumlah yang tidak lulus berkas.
Wakil Direktur PT Pos Indonesia Makassar, A Muktadir Tayyeb, yang dihubungi terpisah, mengatakan, masih ada berkas yang belum disampaikan ke Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar. Berkas-berkas itu dari pelamar di luar daerah yang baru didistibusikan ke Makassar.
“Kan ada yang di daerah, di Palopo misalnya, tapi lamarannya ditujukan ke Pemprov Sulsel atau Pemkot Makassar. Kalau mereka mendaftarnya pada hari terakhir, kemungkinan baru tiba di kantor Pos Makassar, besok (hari ini, red). Sehingga, baru akan didistribusikan ke Pemprov atau Pemkot,” jelasnya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar, Sittiara, Minggu (21/11) mengatakan, BKD Kota Makassar tidak melalukan perpanjangan waktu pendaftaran bagi CPNS di lingkup Pemkot Makassar.
“Pihak BKD Makassar tetap berpedoman hasil kesepakatan dengan BKD Pemprov Sulsel mengenai jadwal pendaftaran yakni tanggal 15 hingga 20 November 2011,” ujarnya.
Hingga pendaftaran ditutup, BKD Kota Makassar telah menerima berkas pendaftaran CPNS berjumlah 6.721 dari semua formasi. Namun dari semua berkas tersebut, BKD Makassar telah memverifikasi dan menemukan 182 berkas CPNS tidak memenuhi berkas.
“Saat ini kami masih melakukan verifikasi berkas pelamar CPNS, dan baru sekira 182 yang ditemukan tidak lolos berkas serta tidak tertutup kemungkinan pelamar yang tidak lulus berkas akan bertambah,” kata-nya.
Dari pelamar yang tidak lulus berkas disebabkan ijazah pelamar tidak dilegalisir pihak yang berwenang, Indeks Prestasi Kumulati (IPK) tidak cukup sesuai yang diisyaratkan, Perguruan Tinggi (PT) yang tidak terakreditasi, tidak sesuai jurusan, serta tidak menggunakan cap stempel basah.
BKD Makassar juga telah menetapkan Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Negeri Makassar (UNM) sebagai pembuat soal CPNS mendatang.
“Soal tenaga pendidikan akan dibuat UNM, sementara tenaga tekhnis dan kesehatan akan dibuat UNHAS,” ujarnya.
Sittiara beralasan, potensi Perguruan Tinggi (PT) lokal harus diberdayakan. Selain itu PT lokal tidak beda jauh dengan PT luar perihal kualitas.
Dari semua berkas yang masuk, Jurusan yang paling banyak peminatnya yakni ekonomi manajemen dan D2 PGSD yang mencapai seribuan pendaftar.