>Minyak Tanah "Menghilang" di Selayar


>

Warga Selayar khususnya di perkampungan sepekan terakhir ini kesulitan mendapatkan bahan bakar, minyak tanah. Penyebabnya, dalam sepekan, minyak tanah menghilang di pasaran.

Staf Pribadi Bidang Pers Bupati Selayar, Dg Mangeppek, di redaksi Harian FAJAR, Senin, 15 November membeberkan hal tersebut. Menurut dia, Bupati Selayar, Syahrir Wahab menginstruksikan mengusut persoalan ini. Alasannya, warga Takalar masih sangat bergantung pada minyak tanah.

Mangeppek menjelaskan, dalam sepekan, pasokan minyak tanah ke Selayar mencapai 50 ton. Sementara tingkat kebutuhan warga antara 50-55 ton. “Tapi satu minggu ini sama sekali tidak ada yang masuk.

Informasi yang kami dapat di lapangan, ada oknum petugas yang menahan kapalnya. Tapi tidak jelas apa motifnya,” kata Mangeppek yang mengaku baru tiba dari Selayar kemarin.

Meski warga Selayar juga sebagian sudah menggunakan gas elpiji, namun menurut Mangeppek, minyak tanah masih sangat dibutuhkan. Khususnya untuk penerangan. “Minyak tanah masih sangat dibutuhkan. Misalnya untuk lampu di rumah-rumah di perkampungan,” katanya.

Momen iduladha menurutnya juga membuat masyarakat mengeluh. Mereka yang selama ini memasak dengan minyak tanah dan kayu menjadi kesulitan.

“Kayu juga bayah lantaran hujan terus mengguyur. Otomatis warga sangat butuh minyak tanah. Kita harap aparat kepolisian dalam hal ini Kapolda turun tangan jangan sampai ada oknum yang sengaja menahan minyak tanah ini masuk ke Selayar,” harap Mangeppek. (amr)