>Kloter I Molor Satu Jam


>

Transportasi dan Pengamanan Haji Butuh Perhatian Serius, Pantauan Kahfi di Tanah Suci
Kemente-rian Departemen Agama (Kemenag) sebagai pelaksana tunggal operasional haji harus memikirkan pelaksanaan haji lebih baik ke depannya. Meski secara umum pelaksanaannya tahun ini nyaris sempurna. Namun di lapangan masih ada masalah yang harus dibenahi.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, H Asha-bul Kahfi, ditemui di sela-sela penerimaan Kelompok Terbang (Kloter) I Derbarkasi Makassar, Minggu (21/11), mengaku, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah dalam Kemenag.
Pertama, kata legislator asal PAN itu adalah transportasi. Jamaah yang me-nempati kawasan Bakhutmah harus menempuh jarak sekira 2 Km setiap kali melaksanakan salat di Masjidil Haram, belum lagi saat kondisi jalan sedang macet. Kondisi itu terpaksa dilakoni jamaah karena tidak alternatif transportasi lainnya.
“Jamaah yang turun saat subuh, baru pulang setelah selesai salat isya. Karena kalau kalau balik terlalu jauh. Ini ke depannya perlu perhatian suttle bus-nya,” ujar Kahfi yang ikut dalam rombongan kloter pertama, Minggu (21/11).
Soal pemondokan itu, ia mengaku iri dengan jamaah dari negeri tetangga Malaysia. Mereka relatif dekat dengan Masjidil Haram.
“Informasinya selesai musim haji mereka langsung kontrak pondokan dengan banyaran 50%,” jelasnya.
Kedua, soal pengamanan kepada jamaah di wilayah Masjidil Haram. Pasalnya, dirinya sempat menangkap basah seorang pelaku penipuan terhadap jamaah Indonesia. Hampir seluruh wilayah di Indonesia ada oknum penipunya.
“Operasinya kalau orang Sulsel, yang menipu orang Sulsel. Orang Bima ditipu sama orang Bima. Bahkan ada yang berseragam petugas (baju biru), lengkap dengan gelangnya,” ungkapnya.
Pantauan lainnya adalah oknum pengumpul dam (denda), banyak ditemukan oknum yang mengaku petugas meminta uang dam tapi dia tidak pernah muncul di hadapan jamaah. Sedangkan tenda yang digunakan di Mina, terang Kahfi juga perlu perhatian meski sudah dilengkapi AC.
“Sudah bagus tendanya karena ada AC, tapi jadi kurang nyaman karena kapasitasnya 90 orang, tapi diisi 140 orang. Pengungsi masih lebih bagus, karena duduk saja susah. Padahal ini persiapannya setahun,” tandasnya.
Kedatangan rombongan kloter pertama molor dari jadwal sebelumnya pukul 10.30 WITA. Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 1300 baru mendarat di bandara Sultan Hasanuddin pukul 11.30 WITA.
Mereka disambut dengan ucapan selamat datang dari Asisten III Pemprov Sulsel Yaksan Hamzah, didampingi Sekretaris Panitia Penyelenggara Haji Ibadah (PPIH) Makassar HA Syahrulyali, Kepala Kemenag Kota Makassar H Abdul Wahid SH.
Jamaah di kloter ini, berkurang satu orang atas nama Bahri Adam karena penyakit Paru-paru.
“Sempat menjalani perawatan di Makkah,” jelas Abd Wahab Ketua Kloter I Debarkasi Makassar.
Saat pemberangkatan jumlahnya 360 orang, termasuk lima orang petugas di dalamnya. Kini jumlah tinggal 359 orang. Selain kloter I, kloter dua juga mendarat pukul 19.30 WITA. Kloter yang semua dijadwalkan mendarat pukul 14.30 WITA merupakan jamaah haji asal Kabupaten Bone.
Hari ini Senin (22/11), dijadwalkan Jamaah asal Kabupaten Gowa mendarat. Berdasarkan jadwal kloter ini berada di Bandara Hasanuddin pukul 11.30 WITA.