>Eksekutif dan Legislatif Pukul Meja Pada Pembahasan KUA dan PPAS


>


A LOT. Suasana rapat pembahasan KUA dan PPAS Perubahan APBD 2010 di ruang Komisi I DPRD Jeneponto, Rabu malam, 10 November.

BONTOSUNGGU – Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD 2010 berlangsung tegang. Ketegangan terjadi antara tim anggaran eksekutif dengan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jeneponto.

Sampai-sampai, mereka secara bergantian memukul meja pada rapat yang digelar secara tertutup di ruang rapat komisi I DPRD Jeneponto. Pembahasan KUA dan PPAS ini memang dikebut anggota DPRD Jeneponto. Sampai-sampai mereka rela rapat malam hari, seperti dilakukan Rabu malam, 10 November.

Ketegangan dipicu Ketua Fraksi Partai Demokrat Bakri Machmud. Ia memukul meja dan menunjuk-nunjuki Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Jeneponto Saleh Aburaera dalam rapat tersebut. Tidak terima, Saleh Aburaera naik pitam. Ia juga memukul meja rapat dan memprotes ke pimpinan rapat yang dipimpin Ketua DPRD Jeneponto Mulyadi Mustamu.

Karena memanas, Ketua DPRD Jeneponto Mulyadi Mustamu skorsing rapat selama lima menit. Setelah skorsing dicabut, rapat kembali dilanjutkan dalam suasana tegang.

Informasi yang dihimpun FAJAR, Saleh Aburaera tersinggung ditunjuk-tunjuki laiknya anak kecil. “orang tua saya saja tidak pernah menunjuk-nunjuki saya dengan cara seperti itu. Apalagi, dia yang mau menunjuk saya dengan jari tangannya,” protesnya.

Ketua DPRD Jeneponto Mulyadi Mustamu mengatakan, hal itu seperti itu biasa dalam rapat. Karena memang kadang-kadang tegang, emosional dan saling pukul meja. “Itu merupakan dinamika demokrasi dalam dunia politik. Kalau tidak seperti itu, rapat jadi sepi dan kaku,” kilahnya.

Meski tegang, tidak menghalangi rapat pembahasan KUA dan PPAS. Pembahasan yang dilakukan pada malam hari berjalan lancar tanpa ada kendala. Bahkan, KUA telah selesai dibahas dan dilanjutkan dengan PPAS. (lom)