>Trans Sulawesi Masih Butuh Rp200 Miliar Maros-Parepare Rampung 2011


>MAKASSAR — Aktivitas perekonomian di Sulsel diprediksi makin menggeliat pada 2011 seiring rampungnya proyek jalan Trans Maros-Parepare tahun depan. Laju distribusi barang antarkabupaten dan provinsi lancar paling tidak mulai 2012.

Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Abdul Latif, mengatakan, anggaran kelanjutan pembangunan ruas jalan trans Maros-Parepare sudah tersedia tahun depan. Penyelesaian keseluruhan proyek infrastruktur jalan masih membutuhkan dana sedikitnya Rp200 miliar.

Belanja infrastruktur jalan dari alokasi anggaran APBN 2011 ini untuk membiayai pembangunan jalan yang masih tersisa. “Memang masih ada sekitar Rp8 miliar yang belum teranggarkan,” kata Latif, Rabu, 17 November.

Distribusi barang selama ini cukup terhambat akibat belum rampungnya perbaikan infrastruktur jalan sepanjang Maros dan Parepare. Waktu tempuh Maros-Parepare yang sebelumnya hanya 2,4 jam, menjadi tiga sampai empat jam.

Harga komoditas di sejumlah daerah menjadi naik akibat biaya operasional pengangkutan yang juga lama. Desakan penyelesaian proyek yang sudah dikerjakan sejak 2008 lalu terus didorong akibat ketidaknyamanan penggunaan jalan yang ditimbulkan.

Abdul Latif mengakui penyelesaian ruas jalan Trans Sulawesi selama ini terkendala pembebasan lahan. Warga yang lahannya dilewati proyek pelebaran dan pembangunan jalan umumnya menaikkan harga tanah.

Saat ini, sudah ada sekitar 160 berkas pembebasan lahan yang sedang dalam proses penyelesaian di Kabupaten Maros. Bila kendala ini tertangani secepatnya, ruas Maros-Parepare bisa rampung dalam waktu dekat.

“Kabupaten Pangkep dengan dana yang dialokasikan pada APBD juga sudah melakukan pembayaran. Memang, pemerintah pusat juga tetap diminta membantu menyelesaikan masalah anggaran pembebasan lahan melalui APBN,” katanya.

Dia mengungkapkan, pembebasan lahan di Kabupaten Barru juga sudah hampir mencapai tahap penyelesaian. Kebutuhan anggaran pembebasan lahan sekira Rp3,2 miliar dan sudah terealisasi Rp2,7 miliar.

“Sisanya sebesar Rp500 juta saya kira selesai dalam bulan ini, sehingga pembangunan fisik bisa berjalan tanpa hambatan. Bisa rampung tahun ini dengan ketersediaan anggaran,” jelasnya. (rif)