>Syahrul Janji Pecat Calo CPNS


>

Pegawai Pemprov Sulsel mendapat peringatan keras untuk tidak mencoba terlibat dalam praktek percaloan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Gubernur Syahrul Yasin Limpo berjanji memecat PNS yang terbukti menjadi calo.

“Saya suruh tangkap (PNS) yang mencoba-coba bermain pada seleksi CPNS. Jangan pernah melanggar aturan. Siapapun itu. Kalau ada pejabat, akan saya berhentikan,” tegas Syahrul di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 16 November.

Syahrul menegaskan sanksi pemecatan terhadap PNS yang mencoba menjadi calo terkait proses penerimaan CPNS 2010 yang telah dibuka sejak Senin, 15 November. Menurut dia, tak akan ada PNS Pemprov Sulsel yang menjadi calo karena ancamannya sangat berat.

Hal ini sekaligus untuk menghilangkan kecurigaan publik setiap kali seleksi CPNS digelar. Persaingan antarpeserta diharapkan berlangsung fair tanpa harus khawatir lagi ada yang lulus karena campur tangan pihak yang dekat dengan kekuasaan.

Kemarin, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel telah menerima berkas pendaftaran CPNS dari Kantor Pos sekira 1100 pelamar. Pelamar diberi kesempatan mengirimkan berkas pendaftarannya hingga 19 November dengan cap pos.

Terkait masih adanya kabupaten yang belum membuka pendaftaran CPNS, Kepala BKD Sulsel, Andi Murny Amien Situru mengatakan, setiap kabupaten berwenang menetapkan jadwal pendaftaran. Namun, tetap harus mengacu pada jadwal pelaksanaan ujian yang telah ditetapkan, yakni 6 Desember.

Rapat koordinasi Pemprov Sulsel dan pemerintah kabupaten/kota sebenarnya telah menetapkan jadwal pendaftaran 15-19 November. Selanjutnya, tim verifikasi melakukan seleksi berkas hingga 23 November dan penyampaian pendaftar lulus berkas dari 24 November sampai 3 Desember.

Namun, masih ada kabupaten yang belum memulai proses pendaftaran seperti Sinjai dengan alasan bupati belum berada di tempat dan membuka daftar formasi CPNS. “Tergantung kabupaten kapan membuka pendaftaran. Yang penting ujian serentak dilaksanakan pada 6 Desember,” tegas Murny.

Selain jadwal pendaftaran dan ujian, rapat koordinasi BKD se Sulsel juga menetapkan persyaratan standar penerimaan CPNS. Hanya saja masih ada perbedaan antara sejumlah daerah. Pemkot Makassar misalnya, menetapkan persyaratan pendaftaran di luar aturan dasarnya.

Murny mengakui sudah ada kesepakatan bersama soal persyaratan pendaftar. Tapi, pemerintah kabupaten/kota tetap diberi kewenangan mengembangkannya dengan melakukan penambahan, asal tidak mengurangi syarat aturan dasar.

Semua kabupaten/kota, kata dia, juga tidak mesti bekerja sama dengan PT Pos dalam penerimaan berkas pendaftaran pelamar CPNS. “BKD bisa membuka loket pendaftaran sendiri. Terserah kebijakan daerah masing-masing,” katanya.

Lebaran Tetap Buka

Sementara itu, singkatnya jadwal penerimaan CPNS apalagi diantarai hari raya Iduladha, membuat Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) mengambil kebijakan untuk tetap membuka pendaftaran pada hari lebaran.

Hanya saja, pelayanan baru akan dilakukan setelah selesai pelaksanaan Salat Iduladha. Kebijakan ini diberlakukan di Bulukumba yang membuka loket pendaftaran di kantor pos dan BKDD setempat. Pegawai BKDD yang langsung bersentuhan dengan penerimaan CPNS diinstruksikan untuk tetap siaga pada hari lebaran.

Kepala BKDD Bulukumba, Andi Hartatiah menyatakan bahwa langkah ini diambil karena pihaknya ingin mengakomodasi besarnya minat pendaftar CPNS. “Mungkin orang lain libur, tapi kami tidak. Proses pendaftaran akan tetap berjalan untuk memberi kesempatan pada masyarakat yang ingin mendaftar,” ujar Hartatiah, Senin, 15 November. (rif-arm)