>Jual Selebaran Formasi hingga Menuliskan Surat Lamaran Meraup Untung dari Pendaftaran CPNS


>Proses penerimaan CPNS di Makassar, mendatangkan keuntungan tersendiri bagi para penjual amplop dan kertas di sekitar Kantor Pos Indonesia Jalan Slamet Riyadi.
Suasana pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kantor Pos Jalan Slamet Riyadi dari hari ke hari semakin ramai. Ratusan pelamar antre memasukkan berkasnya. Di sisi lain, ada pula pelamar yang sedang serius menulis surat lamarannya. Sedangkan, ada pula yang masih sibuk menanyakan formasi yang akan diterima.
Hiruk pikuk pendaftaran CPNS di Makassar, menjadi berkah tersendiri bagi para penjual amplop dan kertas yang berjualan di sekitar Kantor Pos Indonesia Makassar, di Jalan Slamet Riyadi. Selain menjual amplop dan kertas, mereka mampu menangkap peluang bisnis lainnya.
Para pendaftar yang datang ke Kantor Pos Indonesia di Jalan Slamet Riyadi, sebagian besar belum mengetahui formasi yang akan diterima. Hal itu dinilai sebagai peluang bisnis yang dapat mendatangkan keuntungan berlipat. Bermodalkan formasi yang diumumkan di surat kabar, para penjual amplop memperbanyak informasi terkait formasi yang akan diterima.
Informasi terkait formasi dan persyaratan itu di fotocopy, kemudian dijual kepada pelamar yang membutuhkan. Harganya Rp1.000 per lembar.
“Keuntungannya lumayan. Dari menjual informasi terkait formasi, bisa dapat sampai lima puluh ribu setiap harinya,” ujar Syamsuddin, kepada Upeks, Kamis (18/11), yang sehari-harinya berjualan amplop dan kertas.
Syamsuddin mengungkapkan, selain belum mengetahui formasi, ada pula pelamar yang tidak percaya diri dengan tulisan tangannya. Sehingga, meminta Syamsuddin untuk menuliskan surat lamaran.
“Kalau menuliskan surat lamaran, biasanya diberi lima belas ribu,” ungkapnya.
Ia menuturkan, setiap tahunnya, penerimaan CPNS membawa berkah tersendiri bagi para pedagang di sekitar kantor pos. Disamping amplop dan kertas yang dijual bisa laku, mereka pun bisa mendapatkan penghasilkan tambahan dari menuliskan surat lamaran.
“Menulis surat lamaran juga tidak sulit karena sudah ada contohnya,” jelas Syamsuddin yang sehari-harinya dibantu anaknya, Murni.
Hal senada juga dikatakan pedagang lainnya, Ibrahim. Pendaftaran CPNS melalui Pos membuat dagangan mereka kembali hidup. Padahal, sebelumnya, saat hari-hari biasa, sangat sulit mendapatkan pembeli.
“Sekarang kan pelamar butuh dua amplop. Untuk yang dikirim dan amplop balasan. Mereka juga butuh map dan kertas. Bagi yang belum siap, tentunya akan beli disini,” kata Ibrahim.
Ibrahim mengaku, ia juga melakoni apa yang dilakukan Syamsuddin. Menuliskan surat lamaran dan menjual informasi seputar formasi CPNS.
“Pendaftaran CPNS membawa berkah sendiri bagi kami para pedagang. Kita mungkin bisa lihat bagaimana sehari-harinya kami disini. Amplop dan kertas hanya laku banyak saat penerimaan CPNS,” urainya.
Sementara itu, salah seorang pelamar, Andini, yang ditemui di Kantor Pos Indonesia Jalan Slamet Riyadi, mengakui, menggunakan jasa Ibrahim untuk menuliskan surat lamarannya. Tidak hanya itu, Ibrahim juga membantunya untuk menyiapkan berkas-berkas yang akan dilampirkan hingga tata cara penulisan alamat di amplop.
“Mereka rupanya tahu lebih banyak. Daripada salah, tidak akan rugi kalau mereka membantu. Tentunya, sebagai orang yang dibantu harus balas budi,” tandasnya.