>PLN Bangun PLTG di Selayar


> PT PLN (Persero) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berbahan batu bara di Kabupaten Selayar.Saat ini proyek itu sedang dalam proses pengkajian.

Direktur Utama (Dirut) PT PLN Dahlan Iskan mengatakan, akhir 2011 nanti PLTG tersebut sudah bisa beroperasi.Menurutnya, untuk merealisasikan proyek tersebut, PLN membangun terminal batubara di Kabupaten Selayar. Dia menjelaskan, apabila proyek tersebut terealisasi, bisa membantu suplai listrik di sekitar pulau- pulau di Sulsel.“Nantinya akan menyuplai tenaga listrik ke pulaupulau yang ada di sekitar Sulsel,” paparnya. Pembangkit listrik berkapasitas 10 mega watt (MW) ini rencananya untuk memberikan tambahan energi di kabupaten terluar Sulsel. PLTG itu diperkirakan menelan anggaran Rp120 miliar.

Sementara itu, PLN manargetkan akhir 2013 nanti interkoneksi listrik untuk wilayah Sulawesi sudah rampung. Karena untuk 2011 saja, kata dia, interkoneksi untuk wilayah Sulawesi sudah sampai di Sulawesi Tengah (Sulteng).“Kami upayakan untuk interkoneksi di wilayah Sulawesi,”jelasnya kemarin. Terkait masih seringnya ada pemadaman listrik oleh PLN di sejumlah daerah, Dahlan mengatakan saat ini pihaknya sedang menyusun konsep soal siapa yang harus bertanggungjawab jika listrik padam “Dalam Undang-Undang kelistrikan dijelaskan, kalau pemerintah dalam hal ini pusat dan daerah ikut bertanggungjawab,”katanya. Selain itu, kata dia, dalam APBD juga harus dianggarkan dana untuk penyediaan tenaga listrik.

Dia mencontohkan, jika di setiap daerah ada istilah jalan provinsi, kenapa hal tersebut tidak dilakukan untuk listrik. “Nantinya akan ada yang bertanggungjawab kalau listrik mati dan bukan hanya tugas PLN,”paparnya. Dia menjelaskan,untuk merealisasikan rencana tersebut PLN sedang mencari daerah untuk dijadikan pilot project.Dia mengatakan, rencana tersebut tidak sulit.“Bagibagi tanggungjawab antara PLN dan pemerintah daerah,”katanya. Terkait rencana tersebut, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku siap jika Sulsel dijadikan pilot project.

Dia menjelaskan, pola- pola seperti itu sudah lazim terjadi di Amerika.“Soal konsepnya sudah sangat banyak dan tidak susah. Niatnya memang bagus agar ada pihak yang bertanggungjawab kalau listrik padam,”tandasnya. (SI-umran la umbu)