>Dinilai Tidak Aspiratif, Wakil Kelompok Pemuda Desa Lalang Bata Desak Pencopotan Kepala Desa


>Desa Lalang Bata, Kecamatan Buki, Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan salah satu wilayah yang sangat berpeluang  untuk ditumbuh kembangkan sebagai daerah tujuan wisata dunia. Hal tersebut didasarkan pada besarnya  Sumber Daya Kepariwisataan yang terdapat di wilayah ini.
Namun sayang sekali, selama tujuh tahun masa kepemimpinannya, Kepala Desa Lalang Bata, Amiruddin, justeru dinilai tidak mampu menjadikan sektor ini sebagai sumber pendapatan asli desa (PAD, red). Terbukti, sejumlah lokasi pekuburan tua dan tempat-tempat bersejarah lain di desa itu dibiarkan terbengkalai begitu saja.
Sebagai contoh, pekuburan tua Dusun, Pojo, pekuburan tua Dusun Bontonumpa, berikut, pekuburan tua Dusun Pa’batteang serta situs ex. Masjid Kampung Punra yang tiangnya kini nyaris runtuh, akibat bencana longsor yang beberapa tahun lalu sempat menimpa bekas kampung Punra itu”
Selain itu, Kades Lalang Bata juga dinilai gagal memperjuangkan aspirasi masyarakat di wilayah pemerintahannya. Semisal, aspirasi perintisan jalan tani ruas  Batu Gantara Tiro-Tiroang. Padahal, aspirasi warga ini telah mulai digelontorkan sejak dilaksanakannya musyawarah desa dan reses anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar Dapil Kecamatan Buki-Bontomate’ne menjelang pembahasan APBD  TA. 2008 lalu.
Dalam kaitan itu, perwakilan kelompok pemuda Desa Lalang Bata, Fadly Syarif dalam keterangan persnya belum lama ini, mendesak, pemberhentian kepala desa Lalang terpilih periode kedua, Amiruddin dari jabatannya.
Terlebih lagi, setelah berhembusnya  sejumlah rumor dugaan kasus korupsi yang menyelimuti beberapa proyek fisik di wilayah tersebut.  Antara lain, kasus pembangunan bendungan mini Dusun Bontodatara dan Jembatan Silolo Bontoiya yang hingga kini tak kujung rampung.
Dia juga meminta, aparat hukum Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepulauan Selayar untuk segera melaksanakan proses penyidikan atas dugaan kasus korupsi pada proyek dimaksud.  Lebih jauh, fadly syarif ikut menyayangkan gagalnya rencana pembangunan gedung SLTA  yang sedianya akan berdiri di atas lahan  ex. Tsanawiyah di  lingkungan Bolakang, Dusun Pa’batteang.
Ironisnya, belakangan berkembang informasi, program pembangunan gedung SLTA di Dusun Pa’batteang, akan dialihkan menjadi gedung olahraga melalui lembaga PNPM Kecamatan Buki. Sementara, ratusan alumni Tsanawiyah Pa’batteang terpaksa harus melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Bontomate’ne dan SMAN 1 Benteng Selayar yang jarak tempuhnya sangat jauh.
indikator ini sangat jelas menunjukkan tidak aspiratifnya pemerintahan Desa Lalang Bata selama kurun waktu tujuh tahun terakhir. Lebih jauh, fadly juga turut menyebut-nyebut, dugaan keterlibatan aparat desa setempat dalam kegiatan politik praktis berupa  kampanye pemenangan salah satu bakal calon bupati & wakil bupati Kabupaten Kepulauan Selayar (23/6) 2010 kemarin.
Sepintas lalu, kegiatan ini sama sekali tidak melambangkan adanya aktivitas kampanye pasangan calon. Sebab kegiatannya dikemas sangat rapi melalui penyelenggaraan lomba lagu dangdut yang dipusatkan di Kantor Desa Lalang Bata. Terakhir, fadly juga melontarkan kekesalannya  melihat kondisi pagar pengaman jembatan Silolo-Nangkala yang hingga saat ini tak kunjung mendapat perhatian pemerintah desa.
Mengingat, persoalan patahnya pagar pengaman jembatan Silolo-Nangkala dianggap sangat berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan maut bagi pengendara kendaraan roda dua. (*)