>Ucok Tolak Diperiksa Polisi Karena Pemberitaan Mitan Langka Di Selayar


>

Pemanggilan pihak kepolisian untuk klarifikasi pemberitaan terhadap seorang wartawan media cetak harian terbitan makasar karena dilapor telah mencemarkan nama baik pengusaha minyak tanah membuat sebagian insane pers dikabupaten kepulauan selayar tersentak, pasalnya dalam pemberitaan tersebut sama sekali tidak menyinggung perasaan atau secara gamblang saja bahwa dalam berita edisi tersebut tidak ada hal atau kalimat yang menyinggung martabat orang lain atau semacam mencemarkan nama baik seseorang, akan tetapi dalam berita tersebut hanya beralur kelangkaaan minyak tanah pada saat itu, dan memang kenyataannya seperti itu. Kalaupun sekarang misalnya ada atau banyak lagi minyak tanah kemungkinannya karena berita tersebut jadi harusnya masyarakat berterimakasih kepada wartawan tersebut jangan malah dilaporkan ke polisi karena dituduh mencemarkan nama baik, tegas Arsil Ihsan, rekan ucok sebagai pekerja pers diwilayah kabupaten kepulauan selayar.
Ucok haidir juga mengiyakan ketika dikonfirmasi jumat (5/11) mengenai pemanggilan terhadap dirinya yang dilaporkan telah mencemarkan nama baik namun ucok tidak menerangkan siapa yang melaporkannya. Selanjutnya dijelaskan bahwa dirinya dilaporkan karena pemberitaan medianya pada edisi 16/10 lalu yang memberitakan telah terjadi kelangkaan minyak tanah saat itu. Sangat jelas bahwa pemberitaan yang dimaksud ada nara sumber dan sangat jelas waktunya sehingga dirinya tidak merasa mencemarkan nama baik siapapun tegasnya.
Dari penuturan ucok dijelaskan bahwa dirinya telah mendapatkan selembar undangan klarifikasi dari pihak kepolisian selayar atas laporan pencemaran nama baik dalam sebuah pemberitaan media cetak dimana ia bekerja sebagai wartawan. Lebih lanjut dijelaskannya pada saat memenuhi undangan klarifikasi polisi pada hari jumat (5/11) sekitar pukul 09.00 wita dirinya akan dimintai keterangan secara formal dan secara tegas dirinya menolak untuk diambil keterangannya sebelum mendapat perintah pimpinan redaksi berita kota Makassar. Mendapat penjelasan tersebut, penyidik yang menerimanya di ruangan unit II sat reskrim polres selayar menyatakan akan melaporkan hal ini dulu ke Pak kapolres. Lebih lanjut di terangkan oleh ucok, bahwa hal ini telah dilaporkan ke pimpinannya di redaksi berita kota makasar dan menuturkan bahwa pimpinannya dimakassar telah berupaya menghubungi kapolres kepulauan selayar melalui telepon selularnya tapi tidak mendapat jawaban.
Sementara itu, kapolres selayar AKBP.Setiadi saat di konfirmasi via sms terkait hal ini menjawab ok.nanti saya cek.”