>Lagi, Wartawan Dianiaya


>Keke-rasan terhadap wartawan kembali terjadi. Suami bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Bontolanra, Kecamatan Galesong Utara (Galut), Takalar, Usman Sila (45), melakukan penganiayaan terhadap wartawan Mitra Independen, Syamsuddin Hamzah Daeng Malo.

Pasalnya, Syamsuddin melakukan pemotretan jalan setapak halaman Pustu yang sengaja dirusak oleh Usman Sila. Wartawan Mitra Independen yang bertugas di Kabupa-ten Takalar, Syamsuddin Hamzah Daeng Malo menuturkan, penganiayaan tersebut diduga terkait dengan pemberitaan di beberapa media mengenai adanya indikasi pungutan biaya persalinan yang dilakukan bidan Pustu, Nurbiah, sebesar Rp350 ribu hingga Rp450 ribu per pasien.
“Saya sedang meliput di Pustu, tiba-tiba Usman mendatangi saya dan berusaha merebut dan merusak kamera. Tapi tidak berhasil, dia langsung menarik kerah baju saya,” jelas Daeng Malo di kantin Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar, Rabu (3/11).
Selain itu, istri dan dua orang anaknya yang melihat kejadian tersebut, langsung memaki-maki Daeng Malo. Bahkan, anak bidan, Usnar mengatakan istri Daeng Malo selingkuh.
“Istri dan anaknya ikut memaki saya. Bahkan, anaknya yang bernama Usnar melontarkan kata-kata bahwa istri saya adalah istri selingkuh,” ujar Malo yang menirukan kata-kata kasar anak bidan tersebut.
Setelah kejadian tersebut, Syamsuddin pun langsung melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Galesong Utara, dengan tuduhan pencemaran nama baik dan menghalangi tugas jurnalistik.
Secara terpisah, Kepala Polsek Galut, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Usman, yang dikonfirmasi terkait laporan tersebut mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan para saksi. ()