>Kinerja Eksekutif-Legislatif Buruk


>Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, menyebut kinerja eksekutif dan legislatif buruk. Keduanya dianggap buruk, karena sama-sama malas menghadiri rapat-rapat di gedung DPRD Bulukumba.

“Dicatat ini, kinerja eksekutif dan legislatif buruk,” kata anggota DPRD Bulukumba, Amiruddin, Rabu (3/11). Pernyataan politisi dari Partai Sarikat Indonesia (PSI) itu disampaikan, terkait dengan rapat pembahasan sisa perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bulukumba 2009.
Dalam rapat Banggar DPRD Bulukumba yang dipimpin anggota DPRD Bulukumba, Pahidin (PDK), rapat yang seharusnya dimulai Pukul 09.00 Wita, baru dimulai sekitar Pukul 09.50 Wita. Itu karena, dipengaruhi tingkat kehadiran pejabat dari Pemkab Bulukumba dan anggota DPRD Bulukumba.
Saat rapat Banggar dimulai, anggota Banggar yang hadir; Pahidin (PDK), Mulyadi Mursali (Demokrat), Banri Alang (PAN), Andi Pangerang (PDP), Syahrir Sahib (PPP), Bahman (Golkar), Mustiaman (Buruh), serta Hilmiaty Asip (Hanura). Padahal, jumlah anggota Banggar 20 orang.
Sementara pejabat Pemkab Bulukumba yang hadir adalah Burhanuddin Kadir (Kepala Bappeda), Andi Syafrul Patunru (Kadis Keuangan), Kabag Hukum Ali Saleng SH, serta Kepala Badan Ketahanan Pangan Andi Syarfiah Patunru. Anggota Banggar DPRD Bulukumba Amiruddin, meminta agar pejabat dihadirkan.
Kepala Bappeda Bulukumba, Burhanuddi Kadir yang menjadi koordinator TAPD Bulukumba segera menindak-lanjuti permintaan anggota Banggar DPRD Bulukumba. “Saya sudah lapor ke pak sekda. Dan, saya minta bantuan pak sekda untuk menelpon para kepala SKPD,” terang Burhanuddin Kadir. ()