>Kelangkaan BBM Bagi Warga Selayar, Perlu Ditangani Serius Oleh Pihak Terkait


>Hingga saat ini warga kabupaten kepulauan selayar masih terus merasakan sulitnya mendapatkan minyak tanah. Selain langka harga minyak tanahpun mengalami kenaikan di penjual eceran. Menurut Hj.Sitti, seorang ibu rumah tangga yang ditemui menyatakan sangat susah menghadapi hal seperti ini, yang menurutnya harus berkeliling dulu mencari penjual eceran yang menjual mitannya hingga Rp.6000,-per liternya,padahal bila di beli di pangkalan hanya Rp 3500,-saja perliter, tapi harus rela menunggui pangkalan karena bila terlambat tidak akan kebagian karena stok di supplay ke agen para penjual eceran. Sementara itu, dari pantauan kamis (4/11) di pangkalan bbm diwilayah utara kota benteng selayar yang biasanya ramai disinggahi warga dan kendaraan umum membeli bbm jenis premium juga telah kosong dan tidak terlihat ada aktivitas, hal ini di sebabkan karena adanya pelarangan pemerintah kabupaten kepulauan selayar untuk sejumlah aktivitas penjualan bbm jenis premium di tempat tersebut. Sejumlah warga kota benteng, khususnya pemilik kendaraan mengaku sangat susah mendapatkan bbm jenis premium, menyusul adanya pelarangan terhadap penjualan bensin eceran tanpa izin dan pelarangan adanya kios kios yang menjual bensin perbotol karena dikhwatirkan akan menjadi pemicu kebakaran jika tidak mendapat pengawasan dari penjualnya.

Sementara itu menyikapi hal ini, FPS akan melakukan persuratan ke pihak pemerintah terkait keresahan warga yang berlarut larut mengenai BBM, khususnya jenis minyak tanah, setidaknya kebutuhan bbm warga selayar dapat secepat mungkin teratasi normal. Menurut ketua FPS, pemkab kepulauan selayar telah berulang kali melakukan upaya namun semuanya terus terkendala dengan sejumlah hal dan alasan yang tentu saja perlu mendapat kajian agar hal ini tidak berlarut larut.