>Lagi, Lion Air Tergelincir


>Keberangkatan Jamaah Calon Haji Tertunda

Sebanyak 140 calon haji asal Kalimantan Barat yang tergabung dalam Kelompok Terbang 23 diundur keberangkatan dari jadwal semestinya yakni pukul 11.30. Ini merupakan kloter terakhir dari Kalbar.

Penundaan disebabkan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 712 dari Jakarta tujuan Pontianak tergelincir di Bandara Supadio Pontianak, Selasa (2/11) siang. Pesawat itu rencananya akan membawa jamaah menuju Bandara Hang Nadim, Batam.
Rombongan haji dengan lima bus ini sebelumnya sudah diantar ke Bandara Supadio Pontianak. Mereka tinggal menunggu detik-detik keberangkatan. Namun karena adanya musibah Lion Air gelencir mereka dikembalikan lagi ke Asrama Haji, Jalan Soetoyo. Saat itu belum ada kepastian keberangkatan menuju Batam. Namun akhirnya diberangkatkan pukul 18.00. Pagi ini rencananya melanjutkan perjalanan menuju Jeddah.
Pantauan Pontianak Post, Selasa pukul 15.00, beberapa jamaah terlihat beraktivitas di sekitar Asrama Haji Pontianak. Bahkan beberapa keluarga masih setia menunggu.
Mereka terlihat duduk di pelataran masjid asrama. Kloter 23 terdiri atas 134 jamaah asal Kota Pontianak dan sisanya dari Kabupaten Sambas.
Kloter ini termasuk kelompok nusantara. Soalnya, mereka bergabung dengan jamaah calon haji dari provinsi lain. Bahdi, calon haji dari Sungai Nipah, Kabupaten Kubu Raya menyatakan penundaan keberangkatan tidak mengganggu dirinya. Namun saking lamanya waktu, Bahdi pun harus rela ditinggal pulang keluarganya.
“Karena lama, keluarga sudah pulang. Sekarang ini tinggal sendirian,” terang Bahdi, ditemui Pontianak Post, Selasa (2/11), saat akan menunaikan salat di masjid Komplek Asrama Haji Pontianak.
Bahdi menganggap, kejadian tersebut bukanlah sesuatu yang mengganggu niatnya ke tanah suci. Keluarga jamaah haji Firdaus, juga menyatakan hal sama. Dimana penundaan keberangkatan bukan menjadi permasalahan.
“Mungkin kalau jamaah haji dari daerah yang mengalami hal ini tentunya akan mengganggu. Karena keluarga jamaah akan istirahat di mana,” kata Firdaus.
Susanto Tri Nugroho, kepala Biro Sosial Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengatakan kecelakaan Lion Air sedikit mengganggu pelaksanaan keberangkatan haji. Dimana Kloter terakhir calon haji dari Kalbar harus menunda keberangkatan. “Kecelakaan yang terjadi memang mengharuskan menunda keberangkatan haji asal Kalbar,” tambah Susanto. Seharusnya, mereka telah tiba di Batam pukul 12.45, Selasa siang.
Sementara Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalbar Rahmatullah mengatakan, hingga kini jamaah Kalbar yang telah berangkat ke tanah suci sebanyak lima kloter. ()