>Antara Ikon Dunia dan Minimnya Ketersediaan Infrastruktur


>Menyambut Visit South Sulawesi 2012,pemerintah terus berbenah dan mempersiapkan infrastruktur pariwisata yang berada di Sulsel.Salah satu yang menjadi perhatian adalah Taman Nasional Takabonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar.

TAKABONERATE disebut-sebut memiliki karangatolterbesarketiga di dunia, setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva. Luas atol yang dimiliki Takabonerate diperkirakan seluas 220.000 hektare (ha) dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 kilometer persegi.

Akhir Oktober lalu,Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Pemda Kepulauan Selayar menggelar even tahunan yang bertajuk TakabonerateIslandExpedition( TIE) 2010. Event kedua kalinya ini diharapkan sebagai promosi menarik wisatawan dunia, utamanya menjelang Visit South Sulawesi 2012. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat melepas rombongan peserta Takabonerate Island Expedition 2010 di Pelabuhan Soekarno- Hatta Makassar, belum lama ini menyebutkan,Takabonerate dan Kepulauan Selayar merupakan kekayaan Sulsel yang harus bisa didorong agar bisa bermanfaat bagi kehidupan masyarakat di daerah ini.

“Ekspedisi Takabonerate ini menjadi kalender even Pemprov Sulsel karena merupakan atol ketiga dunia terbesar dan tempat ini adalah ikon dunia,” ujar Syahrul Yasin Limpo. Mantan Bupati Gowa dua periode ini menyebut,nilai keragaman biota laut Takabonerate mencapai 35 poin jauh di atas Taman Nasional Bunaken (Sulawesi Utara) yang hanya mampu mencapai 27 poin. Pada tahun sebelumnya, even Ekspedisi Takabonerate mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara.Namun tahun kedua ini, memang agak menurunnya jumlah kunjungan wisatawan di Takabonerate. “Pada ekspedisi ketiga kali dan keempat kalinya pada tahun mendatang, kami target bukan lagi ekspedisi, tetapi menjadi Sail Takabonerate,” pungkas dia.

Ekspedisi tahun ini diikuti peserta International Youth Climate Forum yang berasal dari sembilan negara dengan jumlah keseluruhan mencapai 60 orang sehingga selain berorientasi pariwisata, juga terkait pelestarian lingkungan,penelitian, dan pendidikan. Dari kalangan anggota DPRD Sulsel, ekspedisi Takabonerate yang digagas Pemprov Sulsel ini dinilai belum maksimal.Pemprov diminta segera membenahi infrastruktur yang ada di Kabupaten Kepulauan Selayar itu. Pasalnya, ketersediaan sarana dan prasarana yang masih minim dikhawatirkan mampu menghambat target pencapaian program Takabonerate Island Expedition 2010 menjadi tujuan wisata dunia.

“Sangat disayangkan promosi sudah maksimal dan menggunakan biaya besar, tapi tidak didukung ketersediaan infrastruktur, mulai sarana tempat mendaratnya helikopter, ketersediaan penginapan, hingga ketersediaan telekomunikasi,” tandasnya. (SI-wahyudi)