>PROYEK DAK PENDIDIKAN 2010 KEPULAUAN SELAYAR BELUM BERJALAN


>FPS : Hampir Pasti Akan Ada Perpanjangan Kontrak Dan Antisipasi Pertanggungjawaban Fiktip

Mengantisipasi permasalahan pengelolaan anggaran dalam dunia pendidikan yang rentan terjadi praktek kkn dalam pelaksanaannya, maka lebih dini Forum Peduli Selayar mengingatkan kepada kepala dinas pendidikan nasional kabupaten kepulauan selayar untuk tidak bermain main dengan pihak manapun termasuk mengingatkan panitia pelaksana dan pimpinan kegiatan proyek dana alokasi khusus bidang pendidikan yang bersumber dari APBN 2010 senilai 11 Miliar rupiah. Melalui siaran pers 5/10 dari lembaga pemerhati dunia pendidikan formal dan non formal di wilayah hukum kabupaten kepulauan selayar, Arsil Ihsan,Ketua FPS menegaskan bahwa bengkalaian proyek DAK pada tahun 2007 lalu kiranya bisa menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan tahun 2010 ini, sehingga kinerja panitia dan Pptk dalam bidang pendidikan dasar dan menengah dalam lingkup dinas pendidikan nasional kabupaten selayar, tidak lagi tercoreng, apa lagi sejumlah temuan dalam bidang pendidikan selayar dalam beberapa tahun terakhir ini sangatlah jelas untuk di pertanyakan oleh pihak pihak pemerhati dunia pendidikan.
Kami sangat prihatin bila dunia pendidikan pun dijadikan lahan bisnis yang tidak berimbang, antara keuntungan dan peningkatan pendidikan dari bisnis pendidikan tersebut “(tanda kutip). Kiranya keuntungan boleh di cari dari dunia pendidikan akan tetapi dunia pendididkannya jangan di jadikan komuditas bisnis atau dijadikan korban oleh para pelaku bisnis. Kami kira semua telah mengerti bila kami mengucapkan seoperti ini, apalagi sebagian besar kepala sekolah kan saat ini telah mengerti betul, bila membahas titik dan paket proyek DAK untuk sekolahnya ujar arsil, sambil mengangkat tangannya pertanda kutip dalam pembicaraannya.
Lebih lanjut di jelaskan oleh arsil, bahwa keprihatinan FPS adalah adanya issu issu miring yang berkembang bahwa sejumlah oknum anggota dewan pun telah terlibat dalam pesan memesan paket paket kegiatan dalam DAK tahun ini, setidaknya bayangan kasus dugaan korupsi dana alokasi khsusus pada tahun 2007 lalu di kejaksaaan negeri selayar yang hingga saat ini belum kelar kembali terlihat.
Melalui siaran pers FPS, diharapkan kepada semua elemen masyarakat agar bersama sama melakukan pengawasan.
Proyek DAK Pendidikan 2010 dikabupaten kepulauan Selayar hingga saat ini belum berjalan, dan dari informasi yang berhasil di kumpulkan bahwa proyek ini akan di lelang/ tenderkan pada pekan ke dua bulan oktober namun belum di ketahui pasti berapa jumlah rekanan yang mendaftar .Malah sampai saat ini, kami sebagai Lembaga pengawasan dunia pendidikan terdafar belum juga mendapat penyampaian dari pihak Diknas. Bila kebenaran informasinya benar belum terlaksana proses lelangnya maka perlu ada alas an pembenaran yang berdasarkan hokum dari pihak Dinas Pendidikan dalam hal ini kadis Pendidikan Nasional Kepulauan Selayar , jangan hanya alas an nyerocos dan seenaknya ujar Arsil ihsan sembari menyebut bahwa Negara kita ini adalah Negara hukum. FPS meragukan, pihak pelaksana akan mengalami keterlambatan pelaksanaan hingga akhir tahun angaran berakhir dan harus kembali memajukan alas an yang rentan akan terjadi pembuatan pertanggungjawaban fiktif. Bisa dibayangkan bahwa proyek APBN dengan nilai belasan miliar ini belum berjalan, padahal sama diketahui bahwa pertanggungjawaban penggunaan anggaran dalam pelaksanaannya harus dan wajib selesai pada akhir tahun anggaran 25 Desember 2010, sehingga sangat riskan bila kemudian pihak pemerintah kemudian mengeluarkan kontrak kerjasama kepada rekanan pengadaan buku dan alat peraga pada awal bulan nopember sementara minimal kontrak hanya berada pada batas waktu 60 hari kerja sesuai aturan . Artinya pada akhir waktu pertanggungjawaban pada 25/12 yang akan datang akan rancu karena rekanan akan beralasan bahwa masa kontrak mereka belum berakhir .