>Pembangunan Gudang Dalam Kota Benteng Berkedok Rumah Tinggal


>Bentuk ketidak berpihakan pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar kian terang dipertontonkan di depan mata telanjang rakyat kecil tak berdaya. Terbukti, ditengah gejolak rencana pengentasan kekumuhan yang konon kabarnya, disebabkan oleh keberadaan pedagang kaki lima.
Pemerintah kabupaten, malah sebaliknya menyetujui penerbitan izin pembangunan gudang di dalam kawasan Kota Benteng. Akibatnya, Si Miskin kian melarat. Sementara, mereka para pengusaha kaya semakin kaya karena kebijakan yang sangat jelas berpihak pada pengusaha berduit dan bermodal besar.
Belum lagi tuntas persoalan kesemrawutan arus lalu lintas di ruas Jl. KH. Haiyung yang diakibatkan oleh parkiran bus-bus AKDP trayek Selayar-Makassar. Masalah baru, kembali muncul menambah panjang deretan pekerjaan Dinas Perhubungan & Kominfo Kabupaten Kepulauan Selayar, menyusul mulai berlangsungnya aktivitas pergudangan di dalam kawasan Kota Benteng yang menggunakan armada mobil truk berukuran panjang.
Kemacetan mulai terlihat di ruas jalan Hamang DM pasca berdirinya pabrik penampungan semen dan ternik yang tepat berada di belakang Kantor Pos & Giro Benteng Kepulauan Selayar. Hal tersebut dibuktikan dari gambar aktivitas bongkar muat yang berhasil diabadikan crew Media Contrend Indonesia pada hari Minggu, (17/10) malam saat melintasi jalur tersebut. Kondisi serupa juga terlihat di ruas jalan S. Sismomiharjo pada hari Senin, (18/10) sore kemarin.
Dengan hadirnya kedua gudang baru tersebut, lengkap sudah kesemrawutan arus lalu lintas di dalam kawasan Kota Benteng yang selama ini hanya kerap terlihat di sepanjang ruas Kompleks Pasar Lama.
Terkait kian padatnya aktivitas pergudangan di Kabupaten Kepulauan Selayar, sejumlah warga mengaku mulai resah. Karena, selain kerap menjadi biang kemacetan arus lalu lintas, kehadiran gudang baru ini juga semakin mendekatkan warga pada polusi udara yang disebabkan oleh debu semen dari dalam gudang dan asap knalpot armada mobil truk.
Meski sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan & Kominfo Kabupaten Kepulauan Selayar, Ir. H. Arman telah menandaskan, mengenai rencana pengalihan rutinitas pergudangan ke luar kota Benteng. Namun, hingga hari ini belum ada titik terang kapan gudang-gudang bersangkutan akan dipindahkan.
Malah sebaliknya, Pemkab Kepulauan Selayar terkesan sengaja menganulir penerbitan izin pembangunan gudang di dalam kawasan Kota Benteng tanpa mempertimbangkan implikasi yang bakal ditimbulkan oleh kebijakan tersebut. (*)