>antraks rawan di makassar


>MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar meningkatkan kewaspadaannya menyusul merebaknya virus Antraks di Kabupaten Gowa, yang menyerang ternak dan merenggut korban jiwa.

Penyebaran virus tersebut dikhawatirkan bisa menjangkiti ternak di Makassar mengingat kedua daerah bertetangga. Menjelang Hari Raya Idul Adha,juga semakin banyak hewan ternak yang masuk ke kota. Kepala Dinas Kelautan,Perikanan, Tanaman Pangan,dan Peternakan (DKPPP) Makassar Saiful Saleh mengatakan, virus antraks memang sangat berbahaya. Namun, hingga saat ini belum ada laporan virus Antraks sampai ke Makassar. “Virus antraks yang menyerang ternak di Kabupaten Gowa itu belum berdampak sampai ke Makassar.

Meskipun begitu,antisipasi dini sudah kami lakukan,” ujarnya kepada wartawan kemarin. Kendati demikian, pihaknya menduga ternak yang ada di daerah endemis memiliki potensi menyebarkan virus Antraks melalui perantara ternak sapi sehingga DKPPP menurunkan petugas memberikan vaksinasi ternak. Vaksinasi dilakukan agar ternak memiliki kekebalan tubuh terhadap serangan virus tersebut. Pihaknya juga sudah membentuk tim pemeriksaan kesehatan hewan ternak jelang Idul Adha.

Tim pemeriksaan hewan kurban beranggotakan 19 orang yang diketuai Kepala Bidang Peternakan DKPPP Juliastiawaty. “Tim yang diketuai ibu Juliastiawaty ini rutin melakukan koordinasi dan memvaksinasi hewan ternak yang akan disembelih nantinya.Apalagi, tim akan dibantu petugas kecamatan dan Satuan Polisi Pamong Praja,”ujarnya.

Di samping itu, mengoptimalkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,khususnya memperketat arus lalu lintas ternak di daerah perbatasan Makassar-Gowa,seperti yang sudah berjalan selama ini. “Kami sudah menurunkan tim khusus yang akan berjaga-jaga jika ada hal-hal yang mencurigakan seperti ternak atau hewan dari daerah itu masuk ke Makassar,”papar Saiful.

Sementara itu,Wakil Wali Kota Supomo Guntur meminta pihak terkait memperketat peredaran hewan di Makassar, baik menjelang Idul Adha maupun pasca hari raya tersebut. Alasannya, selain menjaga penyebaran penyakit,juga hewan ternak peliharaan mulai ditemukan membahayakan keselamatan warga karena terkadang dibiarkan berkeliaran oleh pemiliknya hingga di jalan-jalan utama.

“Saya minta ini diperhatikan pemilik hewan dan pihak terkait. Mungkin menjelang Lebaran, kami masih beri toleransi.Setelah itu, tim akan menyita bila menemukan berkeliaran di jalan,”tandas dia di berbagai kesempatan. Karaeng Sewang,sapaan akrab Supomo, juga mengharapkan para pemilik hewan membantu pemerintah menciptakan lingkungan yang bersih, baik menyediakan kandang yang jauh dari permukiman maupun kotorannya tidak mengotori jalan-jalan. (SI-arif saleh)