>Pimpinan Golkar Sulsel Sesalkan Pemecatan Ince Langke


>

Wakil Ketua Partai Golkar Sulawesi Selatan Iskandar Zulkarnaen menyesalkan sikap pengurus partai berlambang pohon beringin di daerah itu, karena tidak memberi ruang pembelaan bagi mantan Ketua Golkar Selayar, Ince Langke, sebelum dipecat.
“Saya sesalkan proses pemecatan dan pergantian antar waktu Ince di DPRD Sulsel tanpa mekanisme pembelaan diri,” katanya di Makassar, Jumat (29/10/2010).
    
Menurut dia, sebagai kader yang telah mengabdi selama puluhan tahun, Ince Langke seharusnya diberi kesempatan memberi penjelasan secara utuh dan tidak boleh dipecat secara semena-mena.
    
Namun yang terjadi saat ini, pengurus justru tak henti memperdebatkan status Ince Langke di Golkar dan mempublikasikannya di media massa.
   
“Jangan karena kepentingan segelintir orang, kita melabrak mekanisme organisasi yang ada. Andaikan Golkar adalah sebuah rumah tangga, jika sayurnya kurang garam maka tetangga tidak perlu tahu, cukup diselesaikan di dalam rumah,” katanya tanpa merinci pengurus yang dimaksudkannya.
  
Menurut dia, masalah Ince Langke harus diselesaikan secara internal melalui forum rapat pengurus harian maupun rapat konsultasi. Ia berharap juga sebaliknya, yakni agar Ince memahami mekanisme yang tengah berjalan di partai.
    
Ketidakharmonisan hubungan antara Ince Langke dengan pengurus DPD Golkar Sulsel bermula dari pencalonan Ince sebagai wakil bupati dalam pilkada Kabupaten Selayar, yang kemudian disusul dengan pemecatan Ince sebagai kader Golkar karena dianggap menentang kebijakan dan marwah partai.
    
Merasa hak pembelaan dirinya dikebiri DPD I Golkar Sulsel, Ince kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Kelas I A Makassar namun kembali dicabut setelah DPP Golkar menganulir pemecatannya dengan memberi ruang pembelaan diri. Ince, DPP Golkar dan DPD I Golkar pun kini “berdamai”.(*)
Tribun Timur