>Kader Golkar Selayar: Mengapa Malkan Tidak?


>SEKITAR 2000-an tokoh dan kader Golkar kecamatan se-Kabupaten Kepulauan Selayar loyalis Ince Langke akan menggelar silaturahmi kader Golkar Selayar pada 28 Oktober mendatang.
Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas kebijakan DPP, yang mereka dengar dari penjelasan DPD I, yang memecat Ince sebagai anggota/kader Golkar. Mereka menilai kebijakan tersebut tidak demokratis, diskriminatif, serta tidak memenuhi rasa keadilan.
Loyalis Ince, Abdul Halim Rimamba mengatakan usai pertemuan massa akan menemui Ketua DPD II Golkar Selayar Syahrir Wahab untuk menyampaikan tuntutan dan meminta pertanggungjawaban atas keluarnya SK pemecatan tersebut.
“Kami akan menyampaikan tuntutan karena ternyata lahirnya keputusan DPP bersumber dari laporan sepihak Ketua Golkar Selayar. Kami menganggap laporan itu subyektif karena keduanya adalah rival dalam pilkada sehingga sarat dengan tendensi dan kepentingan pribadi untuk mengorbankan Pak Ince,” kata Halim, kemarin.
Halim menambahkan, keputusan tersebut sangat diskriminatif dan tidak adil karena di lain pihak, kebijakan yang sama tidak diberlakukan kepada anggota DPR RI Malkan Amin yang juga mengendarai partai lain saat mengadu nasib sebagai calon Bupati di Pilkada Barru lalu.
Begitu pun dengan wacana Pergantian Antar Waktu (PAW), menurutnya Ince Langke terpilih sebagai anggota DPRD Sulsel berkat kerja kerasnya dalam pemilihan langsung rakyat dengan sistem penetapan calon terpilih dengan suara terbanyak.
“Pemecatan Pak Ince sama sekali tidak mempertimbangkan bahwa yang bersangkutan telah berpuluh tahun mengabdi dan berjuang untuk Golkar. Saya menduga ada oknum dibalik ini semua yang berkonspirasi,” ujar Halim.(cr7/bie)

Tribun Timur