>EVENT TAKABONERATE ISLANDS EKSPEDITIONS 2 DI NILAI GAGAL MENGHARUMKAN NAMA PARIWISATA SULAWESI-SELATAN


>


1 Perahu Terbalik Dan 3 Orang Calon Peserta Lomba Mancing  Nyaris  Tenggelam   
Setelah melakukan perencanaan dan melakukan perhitungan pembiayaan seirit mungkin hingga total hanya sekitar 3 Miliar rupiah yang menurut informasi di ambil dari APBD Sul-Sel dan APBD Selayar tahun 2010, maka dipersiapkanlah sejumlah kegiatan dan persiapan sarana pendukung dalam pelaksanaannya. Terpantau sejumlah kegiatan pertemuan yang melibatkan pemerintah kabupaten kepulauan selayar dilaksanakan di ruang rapat Bupati Kepulauan Selayar. Diantaranya dihadiri oleh muspida kepulauan selayar, dan TNI Angkatan laut dari Lantamal Makassar.  Informasi awal bahwa panitia juga melakukan persiapan pelaksanaan upacara hari sumpah pemuda 2010 di atas sebuah kapal KRI milik TNI AL yang dipersiapkan dan diubah menjadi hotel terapung di lokasi wisata kawasan nasional takabonerate kepulauan selayarpada event tersebut. Hal ini juga tertuang dalam lembaran  kertas promosi event wisata tersebut, diantaranya diving dan lomba mancing berhadiah ratusan juta rupiah. Dari seorang panitia yang bertugas diposko dinas pariwisata kabupaten kepulauan selayar  dijelaskan  bahwa tidak ada   satupun kegiatan yang tidak didanai dengan anggaran belasan hingga puluhan juta rupiah, malah khusus transportasi dan sarana yang kapal yang di sewa mencapai ratusan juta rupiah, namun pun demikian tidak di ketahui oleh petugas pariwisata selayar tersebut. Sementara itu kepala Dinas Pariwisata Sul-Sel, HM.Suaib Mallombasang, saat di wawancarai sesaat setelah rapat dengan bupati kepulauan  selayar  membenarkan hal ini, termasuk panitia telah melakukan survey lokasi dan mengadakan system komunikasi dari dan  ke wilayah kepulauan selayar dimana berlangsung event takabonerate islands ekspeditions ke 2. Hingga pada saat pelaksanaan, mulai dari pendaftaran peserta lomba mancing hingga mulai berdatangannya peserta lomba mancing Selasa (25/10) ke lokasi kawasan nasional takabonerate. Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, sejumlah peserta agak mudah di arahkan ke lokasi atas adanya komunikasi antara calon peserta dan para amatir ORARI Selayar yang di libatkan dalam kepanitiaan dimana tahun ini kemudahan tersebut tidak lagi di dapatkan oleh para calon peserta yang memang lebih ramai tahun lalu dari pada pelaksanaan tahun ini. Malah sebanyak 3 orang calon peserta lomba mincing, dari benteng selayar yang berlayar menuju ke lokasi di kawasan nasional takabonerate, nyaris tenggelam akibat  hantaman ombak dan medan karang yang ada di perairan selatan appatanah kecamatan bontosikuyu pada selasa (26/10). Perahu mereka terbalik dank e 3 orang calon peserta ini kemudian di tolong oleh kapal nelayan sinjai yang melintas di perairan tersebut. Hingga saat ini ke 3 korban telah  selamat kembali ke rumah masing masing, dan mengaku tidak dan belum satupun yang di temui panitia.
 Komunikasi yang bleng karena tidak adanya bantuan komunikasi cadangan, dimana pada wilayah kepulauan signal telepon tidak ada, juga membuat kalang kabut sejumlah pejabat pemkab kepulauan selayar saat gubernur tiba tiba pada rabu ( 27/10) dinihari sekitar pkl.02.00 tiba tiba mengubah jadwal dan route kedatagan, yang semula rencana menggunakan kapal KRI milik TNIAL Makassar menuju ke lokasi langsung di jemput Bupati, mendadak akan menggunakan helicopter dan mampir di ibu kota kabupaten kepulauan selayar. Gubernur bersama ketuaDPRD Sul-Sel hanya di jemput oleh sekda dan asisten saja, karena Bupati Kepulauan Selayar telah berada di lokasi sehari sebelum gubernur tiba, dan tidak mengetehaui hal ini akibat komunikasi ke wilayah tersebut tidak  dapat di lakukan oleh panitia dan pemkab. Belum lagi hasil hasil lomba dan perkembangan kegiatan pejabat di lokasi tersebut sangat susah di dapatkan oleh para kuli tinta local dan reporter media elektronika akibat komunikasi yang tidak berjalan serta pusat informasi yang tidak berfungsi sebagai media centre.
Menyangkut kegiatan promosi event ini,sejumlah media local juga mengaku tidak mendapat materi pelaksanaan yang cukup. Jangankan materi event, kepala dinasnya saja sangat sensitive bila di temui oleh pengusaha media local, ujar Sigit Sugiman, salah seorang pengelola media radio di ibu kota Kabupaten kepulaua Selayar.  Ketika hal ini di konfirmasi ke  Ir.Maruf Tato ,kepala dinas pariwisata kabupaten kepulauan selayar menjelaskan bahwa semua di tangani oleh Dinas Pariwisata Sul-Sel dan saat hal ini bermaksud di konfirmasi ke ponsel HM.Suaib Mallobasang  Kepala Dinas Pariwisata Sul Sel, tidak memberi penjelasan sama sekali. Malah mematikan nomor ponselnya.
Selain itu, sejumlah NGO local dan  pengurus LSM  juga mengaku sangat tidak simpati pada panitia pelaksanan event takabonerate ke 2 ini, pasalnya  terkesan sangat tidak transfaran. Malah terkesan menutup nutupi penganggaran event international ini. Kami hanya bisa memberi bantuan pemantauan pelaksanaan dan penggunaan anggaran , dan memang itu adalah bagian dari kami sebagai lembaga swadaya masyarakat yang ingin mengetahui penggunaan uang uang Negara yang sumbernya tentu saja dari uang rakyat, jelas  Arsil Ihsan, ketua  Forum Peduli Selayar.  
Dalam  pelaksanaan tahun inipun untuk kedua kalinya, kami dari Forum Peduli Selayar, member nilai minus pada event yang di promosikan sebagai event internasional namun pada dasarnya sangat minim kemungkinannya di ketahui dan di minati oleh masyarakt dunia. Pembandingnya adalah, sebagian besar masyarakat kabupaten kepulauan selayar dimana berlangsungnya event ini, sama sekali tidak mengetahui hal ini. Sehingga event takabonerate part 2 tahun 2010 kami nilai gagal mengangkat nama pariwisata Sulawesi-selatan dan kabupaten kepulauan selayar.