>Antisipasi Musim Barat 2010 Kantor Badan SAR Nasional Siagakan Personil 1×24 Jam


>


Gejala awal musim barat tahun 2010 yang ditandai  dengan  berhembusnya angin kencang mulai dirasakan warga Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan.  Dimana, pada musim-musim seperti ini, Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan salah satu wilayah yang dinilai cukup rawan tertimpa bencana alam, utamanya  musibah gelombang pasang (rob, red), disertai angin puting beliung.
Terkait kondisi ini, Kantor Badan SAR Nasional setempat telah melakukan beragam persiapan mengantisipasi kerawanan tersebut.  Sedikitnya, 12 orang personil tenaga SAR & Rescue telah disiagakan selama 1×24 jam dengan dukungan satu unit armada mobil patroli emergency berikut, kendaraan roda dua.
Selain armada mobil patroli, sejumlah persapan lain juga telah disiagakan mulai dari perahu karet dengan mesin berkekuatan 40 PK sampai persiapan perlengkapan alat pertolongan kecelakaan lain diantaranya :  17 buah life jacket, 1 unit compressor oksigen, 1 buah tandu basket, 2 unit mesin genset, 2 set alat selam, 5 buah matras,  4 buah  dayun perahu karet, sampai kepada persiapan 29 buah kantong mayat.
Kepala Badan SAR Nasional Kabupaten Kepulauan Selayar, Djunaidi, S.Sos mengungkapkan, sampai sejauh ini pihaknya tetap siaga 1×24 jam guna melakukan proses evakuasi korban bencana untuk semua jenis medan.
Khusus untuk kecelakaan laut, Kantor SAR juga mengaku telah mempersiapkan 2 buah tabung oksigen, berikut, 6 buah ring boy (pelampung bundar, red).  Dari enam buah ring boy tersebut, satu diantaranya dalam kondisi rusak, sehingga tidak dimungkinkan pemanfaatannya dalam melakukan proses evakuasi korban kecelakaan laut.
Persiapan terkecil yang diadakan Kantor SAR kata Djunaidi adalah penyiapan kotak P3K untuk memberikan pertolongan pertama kepada para korban selamat yang berhasil dievakuasi dari tempat kejadian peristiwa.
Sedangkan, untuk proses evakuasi korban yang medan kecelakaannya berada di lokasi ketinggian, Kantor SAR juga telah menyiagakan sejumlah  perlengkapan pendukung diantaranya : 5 buah matras dan 1 buah tali care mantel. Tali Care Mantel ini sendiri akan dimanfaatkan sebagai sarana pendukung untuk mencapai medan kecelakaan yang lokasinya berada diketinggian ataupun mengevakuasi tubuh korban dengan menggunakan tali, jelasnya.